Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 30, 2010

Mengapa Kita Harus Beralih ke Vegan Organik? - Ceramah Hira Jamtani

Mengapa Kita Harus Beralih ke Vegan Organik?


- Ceramah oleh Hira Jamtani




Kemarin kita sudah menyimak ceramah dari Ibu Amanda pada konferensi "Vegan Organik untuk Kemakmuran dan Menyelamatkan Bumi dari Perubahan Iklim" diadakan di Jakarta, ibukota dari Indonesia pada tanggal 22 Oktober 2010 dan disiarkan langsung ke seluruh dunia oleh Supreme Master TV. Sekarang kita menyimak ceramah dari Ibu Hira JamtaniUntuk video-video ceramah para ahli dapat didownload gratis di situs Supreme Master TV berikut:
http://www.suprememastertv.com/bbs/tb.php/wow_ina/385

MC: Sejak tahun 1970, kemarau dengan intensitas panas yang lebih besar dan dalam waktu yang lebih lama telah diamati di seluruh daerah yang luas di bumi ini, terutama di daerah tropis dan sub-tropis. Kita tidak boleh memboroskan air. Produksi daging menggunakan jumlah air yang lebih besar, menggunakan hingga 1200 galon air bersih hanya untuk memproduksi satu porsi daging sapi!

Penelitian dari para dosen di Universitas Chicago, Dr. Gidon Eshel dan Dr. Pamela Martin, menemukan bahwa menjadi vegetarian untuk satu tahun dapat mengurangi emisi sebanyak 1,5 ton jika dibandingkan dengan diet standar orang Amerika. Pengurangan ini adalah 50% lebih besar daripada beralih dari SUV ke mobil hybrid. Jadi menjadi vegan lebih efektif daripada mengganti mobil Anda! Sedangkan satu porsi hidangan vegan lengkap hanya membutuhkan 98 galon air. Sekarang kebanyakan persediaan air dan pangan kita dikonsumsi oleh industri daging, bukannya oleh manusia. Namun, masih ada harapan! Yang melegakan adalah solusi itu hanya sederhana - menjadi vegan!

Dan berikutnya, kita akan mendengarkan dari Ibu Hira Jamtani. Ia akan berbagi dengan kita manfaat dari diet vegan organik untuk memperbaiki kesejahteraan seluruh petani dan masyarakat. Ibu Hira Jamtani adalah seorang kolega dari Jaringan Dunia Ketiga yang berpusat di Bali, Indonesia. Ia adalah seorang peneliti tentang masalah lingkungan dan sangat berdedikasi terhadap pekerjaannya. Mari kita bertepuk tangan yang hangat untuk Ibu Hira Jamtani!

Ibu Hira Jamtani: Selamat siang. Om swastiastu.

Selamat siang, bapak-bapak ibu-ibu dan saudara saudari sekalian. Saya hanya ingin ceritakan sebuah kisah yang menyedihkan, salah satu kisah buruk yang kami dengar saat kami pergi ke sawah dan menjumpai para petani, ya?

Seorang petani yang bernama Made Jojo di Bali, di pulau indah dimana saya tinggal, suatu hari ia baru saja menyemprot ladangnya dengan pestisida. Setengah jam kemudian ketika ia makan, atau saat ia ingin makan, ia jatuh pingsan. Tentu saja, semua panik – tiada yang tahu mengapa, tiada orang yang memukulnya, tak ada apa-apa, tapi jatuh pingsan begitu saja. Dan, tentu saja, keluarganya menjadi panik dan mereka berusaha membawanya ke rumah sakit, tetapi ia akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Karena berada di desa, tentu saja, jarak antara desa tempat ia tinggal dan rumah sakit terdekat sangat jauh. Dokter mendiagnosanya terkena racun, dengan kata lain, keracunan. Tiga juta orang keracunan setiap tahun di dunia ini akibat bahan yang kita gunakan di ladang kita. Dan kebanyakan kita kadang kala tidak tahu siapakah yang memproduksi makanan kita dan bagaimana mereka memproduksinya hingga menjadi makanan yang kita makan, terutama kita yang tinggal di kota besar. Dan ini adalah kisah tentang hal itu yang kemudian akan dikaitkan dengan masalah pemanasan global.

Jadi yang akan kami bahas bersama Anda hari ini adalah tentang racun di dalam makanan kita dan kemiskinan di kalangan petani karena hal ini saling berkaitan. Mohon pertimbangkan ketika Anda memakan makanan Anda, para petanilah yang memproduksi makanan itu sehingga kita perlu berkaitan dengan para petani. Kemudian mengapa dan apa itu pertanian organik? Juga, bagaimana hal itu berkaitan dengan kesehatan, penghasilan dan lingkungan? Jadi saat kita berbicara tentang lingkungan, nantinya kami akan mengaitkannya dengan perubahan iklim. Apa yang terjadi adalah, seperti yang saya katakan, kita sering tidak menyadari bahwa kita memakan makanan yang diproduksi oleh mereka yang keracunan karena pestisida. Jadi, jika seorang petani bisa jatuh, pingsan, dan meninggal, dapat Anda bayangkan makanan macam apakah yang ada di atas meja kita?

Kita sedang membicarakan tentang para petani yang menanam makanan kita dan sekarat karena pemakaian pestisida ini. Dan makanan kita juga diproduksi dengan memakai bahan-bahan kimia yang tidak menyediakan nutrisi, meskipun kadang kala orang-orang berpikir bahwa itu adalah obat bagi tanaman. Itu sama sekali tidak menyediakan nutrisi tapi sebenarnya berbahaya bagi tubuh kita.

Tapi sebenarnya apa yang kita lakukan pada yang disebut pertanian modern ini adalah, kita meracuni sumber daya terpenting yang kita butuhkan dalam pertanian – tanah dan air kita. Kita tidak hanya kekurangan air, tapi air yang tersisa sedikit itu pun teracuni dengan bahan-bahan kimia yang kita masukkan ke dalam sistem perairan. Dan dengan melakukan itu, kita telah membahayakan generasi mendatang kita, jika mereka selamat dari perubahan iklim ini. Kita telah membahayakan generasi mendatang kita karena perubahan iklim dan jika mereka selamat dari perubahan iklim, kita juga masih harus berurusan dengan sumber daya yang teracuni ini.

Jadi, yang terjadi adalah: tak seorang pun yang pernah menghitung, tak satu pun ahli ekonomi di dunia ini yang memberitahukan kita tentang berapa banyak uang yang kita gunakan atau berapa besar kerugian dari orang-orang yang keracunan akibat pestisida. Ini adalah contoh dari apa yang terjadi terhadap para petani kita saat mereka keracunan pestisida. Dan sisa racun itu bahkan berada dalam susu ibu, ini menurut hasil penelitian di sini di Indonesia, bukannya di tempat lain. Ini adalah rincian dari hasil yang kami dapatkan. Setidaknya ada 14 juta orang petani yang kami ketahui terkena racun, namun potensi sebenarnya adalah sekitar 40 juta orang petani.

Dan kasus ini juga telah ditemukan di Jawa Tengah, para petani wanita juga yang cenderung kena, 79% petani wanita lebih cenderung terkena racun, mereka mengalami keguguran akibat racun-racun itu. Jadi, seperti yang saya katakan, kita juga membahayakan anak-anak kita dalam proses itu.

Nah, ketika kami berbicara kepada pemerintah dan para ilmuwan yang membuat pestisida ini, mereka berkata, “Baiklah, tapi kami perlu memproduksi lebih banyak lagi agar dapat memberi makan orang-orang.” Pertanyaan terbesar adalah: Mengapa orang-orang masih kelaparan? Saya melihat di video, ada 800 juta orang kelaparan. Rekaman ini dibuat lebih banyak di Asia. Dan dari 800 juta orang itu, 500 juta orangnya ada di Asia, di benua tempat kita tinggal. Ini adalah orang-orang yang kelaparan. Dan saat Anda melihat siapakah orang-orang kelaparan itu, Anda akan terkejut bahwa mereka adalah para petani yang menanam makanan kita dan menjadi kelaparan.

Dapat Anda lihat logika macam apa yang dijalankan di sistem ekonomi kita? Jadi, 400 juta keluarga petani sebenarnya kelaparan meskipun semua iklan tentang pupuk kimia dan pestisida kimia sering berkata bahwa itu akan memberikan Anda kesejahteraan. Jika mereka sehat, lalu bagaimana Anda menjawab statistik tadi? Jadi, sebenarnya orang-orang yang menanam makanan yang kita makan di kota-kota, mereka mengalami kelaparan. Mohon, ini diingat karena ini berkaitan dengan cara kita memperlakukan petani kita. Dan karena ketidakadilan ini, seluruh sistem modern ini sebenarnya hanya bermanfaat kepada pertanian besar dan bukan kepada pertanian kecil. Dan karena ketidakadilan ini, petani-petani kecil ini dilanda hutang. Dan inilah yang sebenarnya terjadi.

Jadi, kita memiliki lebih banyak produksi tapi lebih sedikit kesejahteraan. Dan sekarang, solusinya cukup sederhana. Seperti solusi lainnya - yaitu apakah kita ingin melakukannya atau tidak - dan itu adalah pertanian organik. Jadi, apakah pertanian organik itu? Banyak orang berpikir bahwa pertanian organik yaitu hanya dengan tidak memakai bahan kimia, tapi sebenarnya lebih dari itu. Kita tidak memakai bahan kimia, kita tidak memakai organisme yang direkayasa secara genetik dan yang terutama kita memakai sumber daya lokal - baik itu benih maupun pupuk non-kimia. Yang terpenting adalah ini berkelanjutan dengan kata lain Anda tidak membuat pencemaran dan Anda tidak menggunakan sumber daya yang tidak diperlukan.

Jadi, ini berlangsung hingga ke masa depan. Itulah sebabnya kami menyebut ini “pertanian organik berkelanjutan”. Sebenarnya ini istilah yang lebih tepat. Dan hal yang terpenting adalah dapat memberikan kesejahteraan bagi para petani. Ingatkah ketika kita berbicara tentang petani yang keadaannya tidak sejahtera tadi, dan petani itu menjadi mandiri dalam hal input produksi? Jadi, ketika kita melihat pertanian organik, kita akan melihat itu sebagai sesuatu yang holistik, tidak hanya mengganti agro-kimia dengan non- kimia saja. Ini juga sesuatu tentang bagaimana cara kita membuat petani sejahtera dan bagaimana kita memastikan agar konsumen mendapat makanan sehat dengan harga yang terjangkau. Kita semua ingin makanan yang terjangkau, tapi kita juga tidak ingin membuat para petani menjadi miskin bukan? Jadi saya akan jelaskan pada Anda tentang beberapa definisi.

Nah, apa dan bagaimanakah pertanian organik itu? Kita sekarang sedang membicarakan perubahan iklim dan 18% emisi dari gas rumah kaca di seluruh dunia - di seluruh dunia – sebenarnya sekitar 18-20% berasal dari peternakan. Dan itulah industrilisasi peternakan, seluruh jumlah itu dari industri daging. Jadi, benar sekali bila dikatakan, jika Anda mengubah pola makan, Anda juga harus mengubah industrialisasi peternakan, sehingga Anda benar-benar telah melakukan banyak mitigasi dan adaptasi untuk perubahan iklim. Dan itu akan membuat suatu proses yang aman dan sehat; yaitu mengurangi racun dalam lingkungan. Tentu saja, kami berharap itu tidak hanya mengurangi tapi menghilangkan racun secara total. Kami berharap dapat melakukan itu. Dan harap pertimbangkan bahwa kita juga perlu meningkatkan pendapatan petani. Begitulah cara kita menyelesaikannya.

Mengenai kesehatan, karena berkurangnya racun atau setidaknya di tempat-tempat dimana bahan kimia tidak merembes, Anda benar-benar akan memiliki makanan yang sama sekali tanpa zat kimia. Dan kita akan memiliki makanan yang aman. Tapi yang terpenting adalah kita memiliki lebih banyak makanan bergizi. Ini telah terbukti di berbagai jurnal ilmiah bahwa makanan organik memiliki lebih banyak gizi, karena tidak menyimpan terlalu banyak air. Jika Anda menyimpan pangan organik selama lebih dari 1 minggu, ia masih akan tetap segar dibanding dengan pangan hasil metode pertanian konvensional.

Dan selain itu, Anda juga memiliki satwa liar yang lebih sehat. Di Eropa dan di AS sekarang orang-orang mengalami kesulitan karena banyak sayuran dan buah-buahan tidak berkembang dengan baik karena mereka telah kehilangan serangga yang semestinya melakukan penyerbukan. Mengapa mereka kehilangan serangga ini? Karena mereka sudah menyemprot pestisida di mana-mana. Saya akan beritau contohnya, pohon durian "Jika tidak ada kelelawar, maka tidak ada durian".

Jadi, jika kita tidak memiliki kelelawar, durian kita tidak akan yang berbuah. Tetapi jika Anda semprot pestisida, maka kelelawar juga akan teracuni, sehingga Anda tidak akan mendapat panen durian. Dan ini sangat berbahaya. Kecuali bila Anda sendiri yang melakukannya; Anda yang meletakkan serbuk sari ke bunga durian. Istilahnya, dikawinkan secara manual baru terjadi penyerbukan. Tapi jika tidak, kita memerlukan kelelawar.

Inilah yang dikatakan oleh salah seorang petani yang telah beralih ke pertanian organik. Ia berkata bahwa mereka sekarang sudah tahu bahwa kita membutuhkan makanan yang sehat dan saat mereka memproduksi makanan yang sehat, mereka sebagai petani juga ikut sehat.

Orang-orang selalu berkata pada saya, "Apakah Anda benar-benar dapat hidup dengan pertanian organik? Apakah negara Indonesia dapat bertahan dengan pertanian organik?" Dan kami melihat bahwa peluangnya - ya, kita bisa, asalkan kita melakukannya dengan benar. Dan yang Anda lihat ini adalah analisa dari Afrika - ada peningkatan produktivitas sebesar 116%. Tapi juga sudah ada penelitian di seluruh dunia bahwa ada sekitar lebih dari 20% hasil panen sereal yang kini naik dari 50% hingga 200%. Dan yang ketiga adalah penting. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, sebenarnya panennya 80% lebih tinggi. Jadi, kami memiliki bukti: asalkan Anda menggunakan teknologi terbaru dan agro-ekosistem serta Anda berikan kebebasan kepada para petani dengan dukungan yang baik. Jadi, bagi kebanyakan Anda yang datang dari kalangan pemerintah, dukungan kebijakan Anda sangat diperlukan.

Jadi, saya akan beritahkuan Anda contoh dari apa yang disebut Sistem Intensifikasi Padi. Ini memakai lebih sedikit air, berbasis organik, dan hanya menggunakan bahan lokal. Dan jika kita melakukan ini, kita benar-benar akan menghemat air sebesar 46%, kita juga tidak perlu membuka lebih banyak lahan untuk menanam padi. Dan, hanya dengan lebih sedikit lahan tapi berproduksi lebih banyak.

Ini bermanfaat bagi lingkungan. Kita dapat melestarikan keaneka ragaman hayati dan satwa liar. Salah satu hal yang mengejutkan saya adalah ketika saya melihat sepiring buah-buahan, tentu saja itu adalah buah-buahan impor. Banyak dari kita telah kehilangan selera terhadap berbagai macam buah-buahan lokal yang kita miliki, karena cara kita untuk menghasilkan makanan itu adalah secara monokultur, dimana ini memakai bahan-bahan kimia. Jadi, ketika kita kembali ke pertanian organik, kita juga dapat menciptakan bibit tanaman lain yang lebih besar. Saya sudah melihatnya di Bali ketika kami memberitahukan petani untuk kembali ke metode pertanian organik – mempertahankan bibit lama. Mereka mulai mengumpulkan bibit-bibit lama. Dan bibit-bibit ini sebenarnya dapat beradaptasi dengan perubahan iklim. Air yang mereka gunakan lebih sedikit dan lain sebaginya. Anda tak perlu melekukan eksperimen yang besar di lab, Anda dapat bertanya pada para petani dan mereka akan memberitahu Anda bibit mana yang siap dipakai.

Ini adalah studi lainnya di Filipina. Dan yang ingin kami sampaikan adalah ini tidak hanya baik dalam pendapatan, tapi sebenarnya petani akan lebih terorganisir dan menjadi lebih mandiri. Karenanya, saya menyebut ini “kesejahteraan”. Ini tidak hanya soal makanan saja, tapi soal keyakinan bahwa Anda berada pada arah yang benar dalam kehidupan. Dan menurut saya itu penting.

Oke, jadi maksud saya adalah kita, selain harus memastikan bahwa tanah itu sehat, kita juga perlu memastikan bahwa penghasil makanan tersebut ada dalam kesejahteraan, dimana ini dapat menciptakan kesejahteraan bagi kita. Dan kesejahteraan itu didasarkan dari pertanian organik lokal, sistem pengetahuan, bibit tanaman, dan makanan lokal. Kita sudah melupakan ini semua. Ketika ini kita kaitkan dengan perubahan iklim, saat Anda beralih ke organik, Anda sebenarnya sudah mengurangi banyak emisi. Kita memakan buah yang ditanam di daerah kita bukannya membeli buah impor, misalnya. Ini sangat penting.

Dan sehubungan dengan tema seminar hari ini, karena sudah menjadi vegetarian selama 20 tahun, saya dapat lebih mudah mengkaitkannya dengan tema ini – vegan dan organik. Jika Anda makan lebih sedikit daging, Anda sebenarnya sudah mengurangi banyak emisi. Jika kita makan lebih sedikit daging dan berorganik, emisinya akan semakin berkurang. Jika kita makan lebih sedikit daging, berorganik, dan lokal, kita bahkan mengurangi lebih banyak emisi lagi. Dan ini adalah solusi yang dapat kita lakukan secara tingkat individu, yaitu Anda tidak harus menunggu para ahli atau pemerintah untuk melakukan tindakan. Itulah pilihannya. Kita dapat membuat pilihan ini. Dan saya kira seminar ini sangat penting untuk mengajarkan kita tentang hal itu. Anda dapat membuat pilihan itu. Karena 80% emisi dari hasil industri pertanian sebenarnya untuk memproduksi daging. Dan salah satu alasan kenapa saya bervegetarian adalah karena adanya ketidakadilan dimana hewan-hewan diberi makan dengan biji-bijian yang seharusnya diberikan kepada manusia.

Jadi, Anda sebenarnya telah merampas hak orang lain jika Anda makan daging, yaitu merampas hak orang-orang yang kelaparan atas biji-bijian mereka. Dan saya kira itu adalah masalah serius yang harus kita selesaikan secara etis dalam kehidupan pribadi kita. Jadi sekarang, inilah visi kita. Kita sudah melihat presentasi dari Ibu Amanda tentang perubahan iklim, seberapa kritisnya itu, dan apakah kita ingin melihat anak-anak kita seperti ini? Menjadi pengungsi di tahun 2050? Sekarang semua pakar iklim memprediksikan 2050. Ataukah kita ingin mereka melihat ini?

Visi ini adalah pilihan Anda. Saya telah membuat pilihan, saya ingin melihat anak ini tumbuh dengan cara organik. Jadi, tentukan pilihan Anda. Terima kasih banyak.

PEMBAWA ACARA: Terima kasih, Ibu Hira Jamtani, karena telah berbagi dengan kami wawasan Anda yang berharga. Hadirin, kami merasa gembira dan terhormat karena Anda telah menyisihkan waktu Anda yang berharga dan bergabung bersama kami hari ini untuk mengetahui lebih jauh tentang ancaman, penyebab, dan solusi paling efektif untuk mengekang perubahan iklim. Seperti yang sudah kita dengar, pola makan vegan organik dapat memperbaiki hidup kita dalam ekologi dan belas kasih
Selengkapnya...

Rabu, April 28, 2010

Ceramah Ibu Amanda Katili Niode

Ceramah Ibu Amanda Katili Niode di seminar yang berjudul "Vegan Organik untuk Kemakmuran dan Menyelamatkan Bumi dari Perubahan Iklim"


Pada hari Kamis, 22 Oktober 2009, acara yang berjudul "Vegan Organik untuk Kemakmuran dan Menyelamatkan Bumi dari Perubahan Iklim" diadakan di Jakarta, ibukota dari Indonesia. Acara langsung ini juga disiarkan ke seluruh dunia melalui Supreme Master TV.
Ada banyak tokoh terhormat yang hadir termasuk Yang Mulia Sri Hudyastuti, Asisten Menteri Ekonomi dan Penanggulangan Kemiskinan. Juga hadir sebagai pembicara adalah Dr. Hira Jhamtani, asosiasi dari Jaringan Negara Ketika yang ada di Bali, Indonesia; Dokter angkatan laut Indonesia dan vegan Dr. Anton Budiono, serta Profesor Aris Ananta, peneliti senior di Institut Penelitian Asia Tenggara di Singapura.

Selain pembicara di atas, kita semua mendapat kehormatan untuk mendengarnya dari Ibu Amanda Katili Niode. Beliau adalah asisten khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia, dan anggota Dewan Nasional Urusan Perubahan Iklim. Ia telah mendapat kesempatan untuk menerima latihan langsung dari Bapak Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat dan penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2007, atas upayanya dalam menambah dan menyebarkan lebih banyak pengetahuan tentang perubahan iklim, dan memberikan dasar langkah-langkah mendesak yang dibutuhkan untuk menetralkan perubahan itu. Ceramahnya hari ini berjudul “Perubahan Iklim dan Dampaknya terhadap Kehidupan.” Berikut kutipan ceramah dari beliau. Untuk videonya dapat didownload di:

http://www.suprememastertv.com/bbs/tb.php/sos_video_ina/140 (Bagian 2)



Ibu Amanda Katili Niode:

Terima kasih atas sambutan yang hangat ini. Assalam walikum varahmatullahi vabarakatu. Salam sejahtera bagi kita semua.

Ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian, apa yang akan kami coba tayangkan pada siang hari ini adalah visualisasi dari apa yang telah disampaikan oleh staf ahli untuk Menteri Lingkungan Hidup, Ibu Sri Hudyastuti, dan juga beberapa gambar yang kami dapatkan dari pelatihan yang diadakan oleh Bapak Al Gore. Jadi, ada dua instansi yang akan kami coba sampaikan informasinya, yaitu dari Dewan Nasional Urusan Perubahan Iklim dan The Climate Project Indonesia. Nanti saya akan terangkan tentang apa yang dilakukan oleh organisasi ini.

Ini adalah the national vocal point of climate change in Indonesia, lembaga ini didirikan berdasarkan Peraturan Presiden No. 46 Tahun 2008 dan dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Lalu ada 17 menteri dan ketua perwakilan ilmu iklim. Kami adalah unit pendukung dari Dewan Nasional Urusan Perubahan Iklim.

The Climate Project adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Al Gore, yaitu mantan Wakil Presiden Amerika dan pemenang hadiah Nobel tahun 2007. Ia telah sukses dalam kampanye tentang perubahan iklim melalui film, mungkin Anda sudah menonton film “The Inconvenient Truth”? Jadi, setelah film itu sukses, ia ditanya oleh wartawan, “Bagaimana selanjutnya?” Lalu ia berkata, “Saya akan melatih 1000 orang di Amerika Serikat agar mereka dapat memberitakan tentang krisis iklim, seperti yang telah saya lakukan, dan saya akan berikan slide-slide saya kepada mereka.” Kemudian dilatihlah 1.000 orang di Amerika, dan ada banyak orang lagi di negara-negara lain yang ingin berpartisipasi, sehingga Al Gore menyediakan pelatihan-pelatihan di Inggris, Australia, Kanada, dan di negara-negara lainnya.

Berikut ini adalah The Climate Project International, dan ada 54 orang dari Indonesia yang dilatih langsung oleh Al Gore. Kami semua adalah sukarelawan jadi kami dapat diundang ke mana-mana untuk memberikan informasi tentang perubahan iklim, tapi tentu saja kami semua akan ditempatkan tergantung pada situasi dan kondisi dari daerah asal masing-masing. Jadi, kita lihat di sini, yang di Amerika dan Meksiko itu baru selesai pelatihannya; ada yang dilatih di Australia, dan ada juga yang di India. Tentu saja, di Kanada juga ada pelatihannya. Jadi semuanya ada di delapan negara, dan Al Gore sudah menyetujui untuk dibentuknya The Climate Project Indonesia, yang kebetulan saat ini saya dipercayai untuk memimpinnya.

Dan slide berikut adalah Keadaan Masa Depan yang membuat kita benar-benar harus memperhatikan apa sebenarnya yang sedang terjadi dan apa yang harus kita lakukan. Yang tertulis dengan huruf merah itu adalah “perubahan iklim”. Ini adalah yang menghawatirkan banyak orang di seluruh dunia, termasuk kurangnya air bersih, penggurunan, dan meningkatnya harga-harga pangan dan energi seperti yang telah digambarkan dalam audio visual sebelumnya. Kita dapat melihat bahwa perubahan iklim telah menjadi suatu fenomena global. Ini adalah fenomena global yang sedang terjadi di mana-mana. Jadi, apa yang sedang kita lakukan di sini dapat mempengaruhi mereka di negara-negara lain. Dan apa yang sedang dilakukan di negara-negara lain juga akan mempengaruhi kita di sini.

Jadi, sekarang ada emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kegiatan-kegiatan manusia dan telah mengakibatkan efek kerusakan rumah kaca sehingga menyebabkan pemanasan global. Jika Bumi menjadi semakin panas, maka iklim akan berubah. Dengan berubahnya iklim, maka akan ada banyak bencana dan semakin banyak bencana susulan yang terjadi seperti di dalam gambar tadi, atau seperti yang sering kita lihat di media massa.

Berikutnya adalah keterangan tentang apa perbedaan antara cuaca dan iklim. Sebenarnya, iklim adalah keadaan dalam jangka panjang, sekitar 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun, sedangkan cuaca itu adalah keadaan saat ini, misalnya sekarang suhunya memanas, lalu dingin... sehingga ada es yang meleleh, lembab, dan lain sebagainya, dan ini disebut perubahan iklim atau pola cuaca yang berubah. Jadi, pola cuaca yang berubah ini disebut sebagai perubahan iklim.

Selanjutnya yang kita lihat adalah sebuah gambar yang diambil oleh para astronot dari ruang angkasa dengan kamera. Dan yang kita lihat ini adalah gambar Bumi, umumnya secara citra satelit. Ini membuat kita semua sadar bahwa bumi itu ada batasnya. Berikutnya, mari kita lihat, misalnya jika gambar Bumi tadi kita buat datar, ia akan menjadi seperti yang sering kita lihat di atlas anak-anak kita atau adik-adik kita. Menurut informasi data terakhir, 30% lahan di Bumi adalah daerah hutan.

Selanjutnya, kita lihat bahwa Bumi itu sebenarnya ada selimutnya. Tetapi sekarang selimutnya ini terganggu. Kenapa terganggu? Ia terganggu oleh gas-gas rumah kaca, seperti yang kita lihat pada gambar berikut. Jadi, ada perubahan tata guna lahan, penggunaan bahan bakar fosil, pembakaran hutan, penggunaan pabrik-pabrik. Ini semua yang mengeluarkan gas-gas rumah kaca.

Ada 6 macam gas rumah kaca yang diatur dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tetapi, yang sering menjadi ukuran adalah karbon dioksida. Jadi, banyak gas-gas itu disetarakan dengan karbon dioksida. Sedangkan dari peternakan, kita lihat ada juga yang disebut sebagai gas metana. Pengelolaan limbah juga mengeluarkan metana, dari pertanian, pembakaran biomassa, dan potensi terjadinya pemanasan global akibat metana itu jauh lebih besar, 21 kali lebih besar daripada karbon dioksida. Ini biasanya keluar dari industri-industri.

Selanjutnya kita lihat bagaimana sebenarnya situasi di Indonesia? Kita lihat posisi Indonesia dalam peta berikut sangat rentan terhadap perubahan iklim, khususnya terhadap kenaikan air laut. Emisi kita yang terbesar berasal dari mana? Jika kita lihat pada garis putih itu, 84% emisi gas kita itu berasal dari penggundulan hutan dan juga dari lahan gambut. Kita lihat negara-negara lain seperti di negara-negara maju, emisi mereka bukan dari penggundulan hutan, tapi dari industri, listrik, dan lain sebagainya. Jadi jika kita ingin mengurangi gas rumah kaca, tentunya kita harus melihat kontribusi kita yang terbesar itu dari mana, dan dari situlah kita akan berusaha untuk menanggulanginya. Ini dapat memberikan kita sekilas pemikiran bahwa sebenarnya emisi kita itu banyak terkait dengan makanan. Kita lihat bahwa sektor pertanian menjadi sumber utama emisi metana, yaitu 59% dari total emisi nasional.

Berikut adalah data dari departemen pertanian. Kita lihat bahwa gas rumah kaca yang diatur tadi, yaitu ada 6 macam. Tapi sebenarnya ada gas-gas rumah kaca yang lain yang menyebabkan efek gas rumah kaca. Apa yang dimaksud dengan efek gas rumah kaca? Ini adalah rumah kaca yang sebenarnya. Misalnya jika Anda pernah jalan-jalan ke Belanda, di sana dingin kan? Rumah kaca ini diatur sehingga tanaman di dalamnya dapat tumbuh dengan baik dan berbunga dengan indah. Nah, atapnya itulah yang seperti selimut Bumi kita.

Kita lihat berikut adalah keterangannya. Ketika matahari menyinari Bumi, sebagian besar energi panasnya itu diserap; memang harus diserap. Tapi karena ada “selimut” Bumi, panasnya tadi akan dipantulkan kembali. Sebagian besar energi panas ini akan dipantulkan kembali. Tapi, karena “selimut” Bumi telah menjadi semakin tebal akibat banyak gas yang keluar, panas tadi bukannya dipantulkan, tapi malah masuk lagi ke dalam Bumi, sehingga Bumi menjadi semakin panas.

Berikutnya kita lihat apa yang terjadi jika Bumi semakin panas? Tadi sudah disebut bahwa ada perubahan iklim. Jadi kita lihat bahwa es sudah mulai meleleh. Dalam waktu 20 tahun ia akan menjadi seperti ini. Yang ini di belahan Bumi utara, yang ini di daerah ski di Eropa, lalu lapisan es di sana habis mencair sehingga hotelnya masih ada, tapi yang main ski sudah tidak ada sehingga merugikan ekonomi mereka. Dan berikutnya kita lihat lagi, ini di belahan Bumi bagian selatan, yang terjadi sama juga. Kita lihat pada tahun 1939 ia seperti itu, kemudian beberapa puluh tahun kemudian, di tahun 2001 menjadi habis.

Yang mengerikan adalah akibat yang mungkin terjadi karena mencairnya gletser-gletser di Himalaya atau di tutupan es Pegunungan Himalaya karena ia adalah sumber dari 7 sungai besar di daerah tersebut, jadi ada Sungai Gangga, Sungai Brahmaputra, Salween, Yellow River, dan lain-lain. Kemudian apa yang terjadi jika tutupan es di Gunung Himalaya ini habis? Maka lebih dari 40% penduduk dunia, sekitar 3 miliar orang penduduk di dunia yang bergantung dari Pegunungan Himalaya sebagai sumber air bersih tentu saja akan kehilangan sumber air bersihnya.

Ini adalah data-data yang dicatat dalam 10 tahun terpanas. Ada tahun-tahun terpanas dan semuanya itu rata-rata di atas tahun 1998. Semakin banyak manusia yang menggunakan bahan bakar fosil maka Bumi ini akan semakin panas. Berikutnya kita lihat adalah apa yang terjadi di India. Temperatur di sana pernah mencapai 50 derajat Celcius. Saya baru saja kembali dari pertemuan Aliansi Petani di Indonesia. Mereka berkata, “Bu, tidak usah jauh-jauh di India, di Indramayu 50 derajat Celcius juga sudah pernah terjadi.” Jadi, ini adalah fenomena global. Ini sudah terjadi di mana-mana. Berikutnya adalah informasi dari apa yang terjadi di Pakistan: 52 derajat Celcius. Tentu saja ini berakibat korban jiwa.

Dan kita lihat lagi selanjutnya adalah, sejak tahun 70-an kekuatan badai menjadi semakin besar. Jadi, badai semakin kuat dan semakin lama berlangsung. Ini adalah studi dari MIT yang dikutip oleh Al Gore. Dan berikutnya adalah, ini gambar dari NASA. Bayangkan, tanggal 2 September 2008, ada 4 badai berturut-turut. Mungkin Ibu-ibu Bapak-bapak pernah melihat akibat dari badai Katrina. Dapat kita bayangkan bagaimana jadinya jika 4 badai ini: Josephine, Ike, Hanna, Gustav, akan berturut-turut menghantam suatu daerah, nah, inilah tanda-tanda dari perubahan iklim tadi. Jadi, potensi badai semakin banyak. Berikut kita lihat adalah korban-korban dari badai tadi. Ini di Greensburg, Kansas – kerusakannya besar sekali. Sekarang, mereka sudah mulai membangun di Green Greensburg. Dan mereka akan menggunakan energi yang berkelanjutan.

Ini semua menunjukkan sebuah fenomena global. Dan ini tidak hanya di Kansas dan di Greensburg saja, tapi juga terjadi di Yogya. Mereka di sana terganggu kegiatan belajar mengajarnya karena terjadi badai. Dan berikutnya ini adalah di dekat Monas, tempat yang belum pernah ada puting beliung sebelumnya. Di kantor Balai Kota DKI juga mengalami hal-hal seperti ini.Yang ini pada bulan April tahun 2009. Banjir dan kekeringan di mana-mana.

Berikutnya adalah Washington State, Kenapa gambar ini saya tayangkan? Karena Washington State adalah tempat kelahiran Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia. Daerahnya juga tidak luput dari kebanjiran. Kemudian berikut, kita lihat lagi ini di Eropa – di sana biasanya tidak pernah terjadi banjir – tapi tetap juga terjadi banjir. Jadi, prasarana di sana juga sangat terganggu. Dan selanjutnya, kita lihat ini di kampung saya di Gorontalo. Kekeringan – para petani mengalami gagal panen. Jadi, banjir dan kekeringan ada di mana-mana.


Dan berikutnya kita lihat bagaimana dampaknya di dunia. Di Indonesia, ini sangat mengenaskan, menurut pendapat saya. Tahun 2008, bencana yang terkait iklim: banjir ada 20%, longsor ada 25%, gelombang ada 13%, puting beliung ada 33% – semuanya rata-rata terkait iklim. Dan berikutnya, kita lihat bagaimana dampak perubahan iklim terhadap pertanian. Ini dapat mengakibatkan sawah tergenang. Tapi, jika kita tinjau lebih jauh lagi, ini dapat mengakibatkan tandus. Ini semua adalah fenomenanya. Jadi, misalnya jika lautan menjadi memanas, ia kemudian akan menguap. Jika ada kecocokan angin dan temperatur, maka akan terjadi badai. Selain itu jika di daratan terjadi pemanasan, maka akan terjadi retakan tanah seperti di bawah ini.

Berikutnya kita lihat dampaknya di bidang pertanian, yaitu terjadi perubahan pola tanam. Ini tentunya juga akan mempengaruhi hasil pangan yang akan kita panen. Berikutnya, kita lihat para petani di daerah tadah hujan yang akan mengubah pola panen atau meninggalkan lahan mereka, jika curah hujannya berkurang atau bertambah. Ada petani yang berkata pada saya, “Kami ingin menjaga agar Bumi ini tidak menjadi semakin panas, tapi tanahnya bukan milik kami.” Mereka hanya penggarap. “Jadi karena kami tidak mempunyai tanah, maka kami terpaksa membuka tanah baru. Kami ingin melindungi Bumi ini, tapi kami tidak mempunyai lahan untuk kami sendiri, sehingga kami terpaksa membuka lahan.” Jadi, kami mendengar banyak sekali cerita-cerita seperti ini.

Selanjutnya kita lihat yang terjadi di Kutub Utara. Juga dari data NASA tahun 1980, seperti ini, berikut kita lihat, tahun 2007 laut es menjadi berkurang, hewan-hewan kehilangan tempat tinggalnya. Di gambar ini, kita lihat apa yang terjadi di di Kutub Selatan. Yang merah ini adalah gambar di Kutub Selatan, ia semakin memanas. Dan apa yang ada di Kutub Selatan? Kalau tadi ada beruang kutub di utara, maka di kutub selatan kita akan lihat penguin di sana juga kehilangan tempat tinggalnya Ini adalah tolak ukur dari kesehatan planet ini. Jadi, jika bagian Bumi utara dan selatan semakin sakit, maka kita yang di daerah khatulistiwa juga akan ketularan.

Berikut kita lihat di negara Maldives. Mungkin ada yang pernah membaca bahwa mereka akan mengadakan sidang kabinet di bawah air, saya pernah bertemu dengan menterinya. Mereka berkata bahwa mereka sebenarnya sudah putus asa. Permukaan laut di sana sudah mulai naik dan daratan mereka hanya satu meter di atas permukaan laut. Dan mereka sedang mencari daratan lain untuk negara baru. Keadaan di sana sudah mengkhawatirkan. Ini adalah sarana-sarana yang terganggu oleh naiknya permukaan laut. Kita lihat berikutnya adalah di Kalkuta, India, yang juga sudah kena efeknya. Ini adalah “Climigration”, atau mereka yang harus mengungsi karena perubahan iklim. Jika air laut naik sampai enam meter, maka pengungsi ini akan mencapai hingga 400 juta orang karena mereka akan kehilangan tempat tinggal, lalu apa yang dapat kita lakukan?

Jadi, kita dapat menyesuaikan diri atau mengubah pola pembangunan atau mitigasi. Kita harus menanggulangi dan mengurangi emisi yang ada. Kalau kita tidak melakukan 2 hal itu, kita akan semakin menderita. Ini adalah contoh-contoh adaptasinya: misalnya, dengan menyesuaikan pola tanam, dan tidak menggali tanah di lereng. Berikutnya, kita akan lihat peta adaptasi yang dibuat oleh para ilmuwan. Jadi, kita akan melihat di daerah mana yang rentan terhadap perubahan iklim. Berikutnya, kita lihat perencanaan adaptasi perubahan iklim untuk pertanian. Pada slide berikut kita lihat contoh mitigasi: kita harus menanam pohon, menghemat energi, dan tidak membakar sampah. Lalu berikutnya kita menggunakan energi berkelanjutan, energi efisiensi, atau yang mengurangi emisi. Kita harus melakukan ini demi bangsa dan negara kita.


Jika Anda dapat melihat titik itu, itulah Bumi kita, ini difoto dari 4,5 miliar kilometer di atas permukaan Bumi. Kita tak ada apa-apanya dalam alam semesta ini. Kita harus melakukan sesuatu. Apalagi bila kita lihat pada slide terakhir bahwa jumlah air bersih di Bumi jika dibandingkan volume Bumi, tersisa titik bulat yang ada di sebelah kiri. Dan kadar udara bersih di Bumi, tersisa titik bulat yang ada di sebelah kanan, bandingkanlah kedua titik tadi itu dengan volume Bumi ini. Jadi kita harus melakukan sesuatu. Assalam walikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selengkapnya...

Apakah pantas menyebut diri Anda pecinta lingkungan tetapi tidak dapat melepaskan daging, telur, dan SUSU di piring makan Anda? Ini sangat Kontradiktif.

Yang perlu disalahkan bukan hanya perusahaan, tapi juga Konsumen, yaitu kita-kita yang "Ogah" melepaskan daging, telur, susu dari pola makan kita. Indonesia adalah negara dengan tingkat deforesasi tercepat di dunia dan Industri Ternak adalah pendorong Terbesar pembabatan hutan di dunia. Industri ternak adalah Penjahat Iklim. Konsumsi Daging adalah penyebab utama pemanasan global. Di Hari Bumi ini, berpikirlah ulang untuk mengurangi konsumsi daging, telur, dan susu Anda dan secara perlahan memupuk kebiasaan menuju pola makan vegan organik. Hilangkan daging atau kita akan kehilangan Bumi kita, tukar sepotong daging dengan Bumi kita. Ini sangat berharga.




Selengkapnya...

Humans Right > Labors Right > Womens Right > Animals Right > Earth Right

Jadilah Kartini-Kartini Vegan yang Membela Hak-Hak Satwa yang Tertindas.
Jadilah Kartini-Kartini Green yang Membela Hak-Hak Bumi yang Tertindas.


Selamat Hari Kartini 21 April 2010
Selamat Hari Bumi 22 April 2010
Selamatkan Bumi Dengan Vegan




Surat untuk Semua Kepala Sekolah,

Hal: Dukung Senin dan Jumat Tanpa Daging Indonesia

Kepala Sekolah Yang Terhormat,

Sekolah merupakan tempat yang indah untuk belajar. Mendidik anak-anak kita merupakan sebuah pekerjaan yang mulia, menanamkan nilai-nilai moral, membangun struktur dan pondasi bagi kehidupan mereka dan masa depan dunia kita yang indah. Terlepas dari nilai-nilai akademis, anak-anak perlu mengetahui apa yang baik bagi mereka dan apa yang dapat merusak bagi mereka. Ini demi memastikan sebuah keberadaan yang bersih, aman, dan damai. Atas dasar pemikiran demikian, sangat penting bagi sistem pendidikan kita untuk menghindari empat zat penghancur utama, yaitu daging, alkohol, obat-obatan terlarang, dan tembakau. Semuanya itu telah terdokumentasi dengan baik bahwa kebiasaan buruk mengonsumsi zat tersebut dapat merusak tubuh dan pikiran manusia, juga menjadi sebuah beban yang berat bagi diri kita dan masyarakat kita.

Demikian juga, yang terpenting dan sangat mendesak pada saat ini adalah topik tentang perubahan iklim; Bumi kita sekarang ini sedang dalam kondisi kritis karena dampak pemanasan global sehingga memerlukan tindakan segera dan bijak dari setiap orang. Ada banyak faktor yang menyebabkan perubahan iklim, ada sebuah laporan dari Worldwatch Institute yang memperlihatkan dampak dari peternakan hewan dan unggas yaitu sekitar 51% dari total emisi gas rumah kaca akibat perbuatan manusia, jumlah ini jauh lebih besar daripada perkirakan sebelumnya dan jumlah gas rumah kaca yang dihasilkannya juga jauh lebih besar daripada emisi gabungan seluruh transportasi di dunia. Perlu kiranya untuk berbagi informasi penting ini kepada anak-anak dan publik sehingga masyarakat dapat mulai membuat keputusan yang mendasar atas apa yang mereka bisa lakukan secara individu untuk membantu mengerem bencana pemanasan global yang semakin hari menjadi semakin parah.

Penting bagi kita untuk melihat secara jernih keterkaitan antara pemanasan planet Bumi ini dengan pilihan makanan kita dan fakta bahwa dengan menjalani pola makan nabati atau pola makan vegan, ini adalah satu-satunya tindakan yang paling efektif bagi masing-masing orang untuk mengerem percepatan efek perubahan iklim. Laporan Worldwatch, "Peternakan dan Perubahan Iklim", yang ditulis oleh Pejabat Bank Dunia Robert Goodland dan Jeff Anhang dapat diperoleh di:
http://www.perubahaniklim.net/worldwatch.htm (Bahasa Indonesia)
http://www.worldwatch.org/files/pdf/Livestock%20and%20Climate%20Change.pdf (Bahasa Inggris)

Indonesia sendiri telah mengalami berbagai bencana ekstrem perubahan iklim seperti gempa, banjir, gelombang panas, dan kekeringan.

Beberapa malapetaka terakhir di seluruh dunia ini merupakan bukti dari dampak perubahan iklim terhadap kehidupan manusia dan satwa, antara lain:

1. Es di Kutub mencair
2. Gempa bumi
3. Pengungsian akibat iklim dan tenggelamnya daratan
4. Penyusutan gletser dan kekurangan air
5. Zona mati di laut
6. Panas yang memecahkan rekor
7. Badai yang meningkat
8. Kehidupan liar yang punah
9. Kekeringan dan penggurunan
10. Masalah kesehatan manusia, flu burung, flu babi, dan lain-lain…

Produksi daging menguras air yang dibutuhkan manusia, merusak kesehatan orang banyak, dan membawa sumber penyakit baru setiap hari. Daging membunuh orang-orang kita. Murid-murid membutuhkan teladan vegan, kepahlawanan yang cemerlang karena para pelajar kita benar-benar melihat keteladanan kepala sekolah mereka, keteladanan guru-guru mereka sebagai contoh manusia yang bijak.

Selain penghapusan daging, kita juga harus menghapus akar penyebab lainnya seperti alkohol, obat-obat terlarang, dan tembakau. Mohon pertimbangkanlah pelarangan zat-zat yang mematikan ini yang menyebabkan bahaya paling besar bagi manusia dan planet kita; yang mana, sebaliknya, dapat memberikan manfaat yang tak terukur. Jadilah pemimpin dari perubahan yang mulia ini!

Untuk informasi lebih lanjut, terlampir adalah informasi ringkas tentang bahaya daging, obat-obatan terlarang, alkohol, dan tembakau serta manfaat-manfaat dari berhenti menggunakan zat-zat tersebut:
http://www.suprememastertv.com/ina/killers

Murid-murid sekolah Anda akan menghargai segala yang Anda lakukan, menghargai bimbingan Anda, dan mereka akan mengasihi serta mengenang Anda karena telah menyelamatkan dunia bagi generasi berikutnya. Kami berdoa bagi Anda atas keberanian dan keyakinan untuk melakukan lebih banyak dan lebih cepat.

Salam Kasih dan Damai,




(ex: RA Kartini)

Mohon untuk meneruskan Surat ini kepada Kepala Sekolah Anda untuk membela Hak Satwa dan Hak Bumi dengan Vegan!
Selengkapnya...

Apa yang sedang kita tunggu?

Ribuan gletser menyusut atau lenyap.
Miliaran ton racun gas metana tengah dilepaskan dari daratan Arktik yang mencair dan dari tempat lain.
Pencairan es di Antartika Barat dan Greenland mempercepat kenaikan air laut.
Banyak negara pulau terbenam atau tenggelam.
Puluhan ribu sungai, danau, dan sumber air mengering atau hilang selamanya.
Ratusan ribu orang mati karena perubahan iklim setiap tahun.
500 juta orang lainnya sangat terancam.
Satu miliar orang pergi tidur dengan kelaparan setiap hari.
Satu anak mati setiap 5 detik karena kelaparan.
Puluhan juta orang menjadi pengungsi iklim.
Badai-badai tropis yang mematikan bertambah semakin mematikan.
Gelombang panas dan kebakaran juga semakin sering melanda.
Nyamuk-nyamuk yang membawa penyakit menyebar seiring dengan iklim yang bertambah panas.
Sepertiga daratan di planet ini berubah menjadi gurun pasir.
Lautan menjadi asam dan membunuh kehidupan laut.
Semakin banyak zona laut mematikan muncul.
Sampai 270 spesies tanaman unik dan hewan hilang setiap hari.
Jutaan ekar hutan kuno sekarat atau mati.
Kerugian yang terkait iklim mencapai ratusan miliar dollar AS setiap tahun.
Kerugian yang diderita oleh generasi masa depan tak terkira.
Mara bahaya di masa depan tak dapat diprediksikan.

Apa yang sedang kita tunggu?

JADILAH VEGAN.
BERTINDAKLAH HIJAU.
SELAMATKAN BUMI.
Selengkapnya...

Pedulikah Anda?

Selengkapnya...

Mengapa Manusia Harus Makan Daging?

Oleh: Limantina sihaloho


Pertama kali saya tinggal di Amerika (2002/3), salah satu hal yang membuat saya terheran-heran adalah melihat betapa gemuknya sebagian warga Amerika. Saya perkirakan, lebih dari separoh warga Amerika pada saat itu mengalami obesitas, kelebihan berat badan. Gemuk mereka itu melar, tidak menarik dan melihat saja membuat saya merasa lelah. Tentu saja, sumber utama mengapa mereka gemuk adalah konsumsi daging yang tinggi; daging yang berasal dari peternakan-peternakan di negeri itu yang besar tidak secara alami pula. Plus, mereka tidak makan sayur sebanyak orang Indonesia. Hehe…! Orang-orang kaya (kelas atas) dan berpendidikan di Amerika biasanya menjaga kesehatan mereka jauh lebih baik daripada kelas menengah ke bawah. Yang paling banyak menderita obesitas kelas menengah ke bawah. Saya pun heran mengapa orang-orang yang berpendidikan setingkat sarjana sekalipun, bisa berbadan melar dan jalan harus lambat-lambat karena beban badan yang begitu berat.

Saya sendiri tidak makan daging dalam 13 tahun terakhir ini. Saya menulis soal daging ini bukan terutama karena saya tidak makan daging. Kebetulan salah satu hal penting yang dibahas oleh Hiromi Shinya dalam The Miracle of Enzyme adalah tidak penting manusia makan daging. Saya sendiri sudah lama mengetahui tentang hal ini dan membuktikan sendiri bahwa itu memang benar melalui pengalaman saya. Ada banyak buku yang membahas tentang vegetarian; juga ada banyak informasi tentang vegetarian di internet. Leo Tolstoy, pengarang Rusia yang terkenal itu membahas tentang vegetarian dalam salah satu tulisannya; dia sendiri seorang vegetarian.

Saya senang membaca komentar Claudy Yusuf, seorang siswa SMA yang menceritakan dalam kolom komentar postingan saya sebelum ini bahwa di sekolahnya baru saja berlangsung seminar tentang global warming. Claudy mengatakan 70% penyebab global warming adalah peternakan. Saya jadi ingat apa yang terjadi pada Chico Mendes, aktivis lingkungan Brazil yang mati ditembak karena mengancam ekspansi peternakan sapi yang sebagian besar merupakan milik pemodal asal Amerika.

Sapi makan rumput atau biji-bijian kalau mereka berada di peternakan. Ayam dan ternak lainnya juga begitu kan: makan biji-bijian. Kalau kita sadar dan agak cerdas sikik, hehe, ngapain pula kita harus makan biji-bijian yang kaya protein dan berbagai zat yang kita perlukan lewat sapi atau ternak lainnya seperti ayam? Mengapa kita tak makan langsung biji-bijian itu? Iya kan?

Untuk menghasilkan satu kg daging, perlu sekitar 10 kg atau lebih biji-bijian. Itulah yang selama ini terjadi. Para peternak sapi dan ternak lainnya menghabiskan banyak biji-bijian yang kita punya di planet ini untuk ternak-ternak mereka lalu mereka jual daging dan produk ternak dengan harga yang mahal. Mereka bisa jual murah sebab mereka sudah menemukan berbagai cara untuk bisa memperbesar ternak secara tidak alami lagi. Ayam bisa besar dalam beberapa minggu saja. Sangat berbeda dengan ayam kampung yang hidup secara alami.

Salah satu penyebab kelaparan di dunia adalah sistem pembagian dan distribusi pangan yang tidak adil. Kalau manusia secara sadar memilih untuk makan biji-bijian dan sayur-sayuran sebagai menu utama kita dapat mengurangi tingkat kelaparan secara global secara signifikan: memberikan langsung biji-bijian kepada manusia bukan kepada hewan/ternak. Biarkan ternak makan rumput sebab alam memang mendesain ternah makan rumput alami.

Pengrusakan hutan demi peternakan merupakan satu bencana; kita kehilangan flora dan fauna hutan; bumi semakin panas. Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor daging sapi. Ini lucu mengingat Indonesia adalah negeri agraris di mana sekitar 80% penduduknya adalah petani.

Peternakan-peternakan yang ada di dunia di mana pun itu boros air; sangat boros air. Ini memperihatinkan mengingat di berbagai tempat telah terjadi kekeringan dan orang mencari air minum saja sudah payah. Sumber-sumber mata air semakin berada dalam kondisi yang membahayakan sementara dalam waktu yang sama hutan-hutan kita di dunia terus berkurang luasnya untuk peternakan dan perkebunan.

Mentalitas yang salah: mengira makan daging itu lebih bergengsi daripada makan tempe dan tahu. Padahal. di Amerika misalnya, harga tempe dan tahu jauh lebih mahal daripada harga daging. Di Indonesia ini memang masih sebaliknya. Ini membuat gengsi itu terus berada dalam benak sebagian masyarakat kita sampai ke tingkat yang bisa parah karena mengira tahu-tempe itu tak bergizi dan merupakan makanan orang miskin.

Pada tahun 70-an sudah ada laporan yang menarik tentang makanan dan kesehatan di Amerika - Laporan McGovern. Pada saat itu sudah mereka ketahui bahwa daging itu merupakan salah satu sumber penyakit manusia. Setelah penemuan ini, kelas atas Amerika merubah pola makan mereka; itu sebab mereka jauh lebih sehat daripada kelas menengah-bawah di sana yang menjadi sasaran produk-produk tinggi lemak dan makananan tidak alami yang menyebabkan mereka kegemukan dan rawan penyakit.

Indonesia memang belum separah Amerika dalam hal obesitas tetapi berbagai penyakit modern di sini sudah umum: stroke, diabetes, asam urat dan kegemukan juga sudah mulai terjadi.
Selengkapnya...

Eat Less Meat

Berikut ada seorang teman yang menulis di Facebook.


Eat Less Meat


Saya adalah seorang mantan pemakan dan penikmat daging yang yahud. Beberapa tahun yang lalu saya mendapat informasi tentang hubungan antara daging, kerusakan alam, dan tindak kekejaman. Berdasarkan informasi tersebut, saya memutuskan untuk “eat less meat”. Apa artinya “eat less meat”? Ya, artinya makan sedikit daging.Ukuran apa yang disebut sedikit? Sepotong daging dari sepuluh potong? Satu ons daging dari satu kilogram? Atau yang dulunya makan sepuluh potong per hari menjadi empat potong per hari? Atau menjadi dua potong? Atau setelah dua hari makan sedikit daging, hari ketiga menikmati daging secara membabi buta? Iya, itulah yang saya alami. Kadang saya hanya makan sedikit daging atau tidak sama sekali, tetapi di waktu lain misalnya pada acara pesta atau gathering keluarga, saya bisa menghabiskan banyak daging dengan alasan beberapa waktu lalu saya tidak makan daging, jadi sekarang saya boleh makan lebih banyak daging donk? Apakah ini tepat atau keliru?
Eat less meat, bagi saya adalah tindakan yang masih memanjakan dan memberikan ruang bagi diri untuk memuaskan taste bud saya, tapi diselubungi alasan gizi atau kurangi makan daging secara bertahap. Saya cermati apa yang telah saya lalui, makan sedikit daging atau makan banyak daging, keduanya tetap menyebabkan pembunuhan dan krisis lingkungan terbesar. Jika saya hanya eat less meat, toleransi diri saya terhadap daging masih ada, ukuran sedikit atau banyak bersifat relatif. Keputusan saya keliru dan tidak menyelesaikan masalah dalam diri. Tapi jika saya berjanji berhenti makan daging, maka setiap saat dalam diri selalu ada suatu energi yang membuat saya menjauhkan diri dari daging.
Agama yang saya yakini mengajarkan “Jangan Membunuh”. Artinya jangan membunuh, tanpa embel-embel. Mungkin ada yang berpendapat karena manusia lemah, jadi godaan diri sangat besar, jadi wajar saja manusia bisa jatuh dalam dosa/godaan, manusia kan bukan Tuhan. Jadi tidak apalah kalau sesekali manusia tergoda pada kenikmatan daging. Ini kebenaran atau pembenaran? Seorang bijak pernah berkata, “Jangan mencari pembenaran terhadap diri jika kita jatuh ke dalam godaan. Membunuh sedikit atau banyak tetap membunuh. Menyebabkan terjadinya pembunuhan, tetap membunuh”.
Jika saya peduli terhadap diri, kesejahteraan makhluk hidup, dan bumi, tindakan terakhir yang paling tepat hanya berhenti makan daging, tanpa embel-embel! Menjadi seorang vegan!! Tidak ada kebenaran dalam makan daging atau eat less meat. Membunuh sedikit atau banyak, tetap membunuh!
Isu lingkungan, isu kesehatan, isu hukum agama, isu tindak kekejaman terhadap hewan sudah saya ketahui dan pahami cukup lama. Untuk apa pengertian semacam ini, jika tidak ada tindakan nyata untuk mengalahkan taste bud sendiri? Informasi atau pengetahuan apapun telah diketahui, jika tidak ada gerakan dari dalam diri, apa gunanya? Apakah perlu perdebatan untuk memuaskan ego? Omong kosong!! Beberapa bulan yang lalu, berkat seorang balita, saya memutuskan untuk menjadi seorang vegan. Seorang anak kecil yang cerdas bisa hidup sebagai vegan, mengapa remaja dan orang dewasa yang punya tingkat kesadaran lebih baik tidak sanggup vegan? Saya harus bisa!! Saya kuat menjadi seorang vegan hingga akhir hidup ku!! Viva Vegan-Pai!!
Selengkapnya...

Berapa Banyak Kotoran yang Dihasilkan Seekor Sapi?

Seekor sapi biasanya mempunyai berat badan 400-500 kg tergantung usianya.
Kotoran sapi mengandung Dinitrogen Oksida (N2O) yang 298 kali lebih panas dari CO2.
Juga mengandung Metana (CH4) yang lebih panas 72 kali dari CO2.
Pertanyaannya, Berapa Banyak Kotoran yang Dihasilkan Seekor Sapi?


* 148 pon per hari (66 kg)
* 1,036 pon per minggu (466 kg)
* 4,440 pon per bulan (1.998 kg)
* 54,020 pon per tahun (24.300 kg)


1 pon sekitar 0,45 kghttp://online.wsj.com/article/SB10001424052748704266504575142224096848264.html

Di Indiana, AS, laguna yang tidak berfungsi menyebabkan gelembung metana yang bersifat eksplosif naik dari dasar lubang yang beralas plastik yang berisi 20 juta galon kotoran yang dihasilkan oleh 1.600 sapi di peternakan susu setempat.

Selain gelembung metana, laguna tersebut terancam meluap. Sementara itu para peternak tidak sanggup menanggung biaya perbaikan karena telah mengalami kebangkrutan.

Para tetangga yang telah mengeluh terhadap bau yang berbahaya serta serangan serangga, takut akan ancaman ledakan gelembung metana yang berbahaya dan setidaknya akan menyebabkan kotoran yang mencemarkan itu menyebar hingga bermil-mil.

Jangan sampai industri sapi di Indonesia semakin besar seperti di AS sana. Ini dapat menjadi bencana lingkungan. Kurangilah makan daging sapi untuk menyelamatkan lingkungan, supaya mereka tidak memelihara sapi dengan jumlah yang banyak seperti itu. Ada yang mengatakan kotoran sapi dibuat biogas untuk memasak, tapi kalau jumlahnya terlalu banyak maka akhirnya tidak terolah. Selain itu, kotoran sapi banyak mengandung bakteri. Jika dekat-dekat dengan makanan apa tidak takut keracunan? Kalu untuk mobil, kotoran sapi juga ada residu, akan dibuang ke mana residunya? Lalu jika ditinjau dari reaksi kimia Dinitrogen Oksida (N2O) dan Metana (CH4) kalau dibakar maka belum tentu menghasilkan CO2, bisa jadi menghasilkan gas yang lebih menimbulkan panas bagi iklim. Jadi apakah biogas ramah lingkungan? Itu perlu dikaji lagi.

Kotoran ternak di AS saat hujan sebagian besarnya ada yang mengalir ke Sungai Mississippi yang menyebabkan Zona Mati lautan di Teluk Meksiko. Lain halnya di Australia, kotoran sapi merusak Terumbu Karang terbesar di dunia: Great Barrier Reef.

Jadi dengan mengurangi konsumsi daging, kita berarti mendukung pelestarian lingkungan darat, laut, dan udara kita juga. Sebelum makan, tanyakan apakah makan siang Anda menyebabkan pemanasan global.

http://online.wsj.com/article/SB10001424052748704266504575142224096848264.html
Selengkapnya...

Hilangnya peradaban masa lalu akibat dari aktivitas manusia

Bukan hanya suku Bantu dan suku asli Afrika lainnya yang musnah karena penggurunan akibat terlalu banyak memelihara ternak. Peradaban modern kita saat ini juga sedang di ambang kepunahan jika kita umat manusia tidak bangun sekarang mengatasi pemanasan global. Berikut ada satu contoh lagi peradaban yang dihancurkan oleh alam.
Peradaban Nasca sangat kaya dan terkenal di Amerika Selatan atas garis-garis misteriusnya jika dilihat dari udara yang menggambarkan hewan dan bentuk-bentuk lain di seluruh padang pasir Peru. Peradaban Nasca berakhir tiba-tiba antara abad ke-6 dan 7.Para ilmuwan di Universitas Cambridge Inggris baru-baru ini mengungkap bahwa kemusnahan peradaban Nasca berhubungan dengan pembabatan hutan. Ini karena mereka membabat pohon huarango yang akarnya berperan penting dalam mengatur kelembaban dan kesuburan tanah. Hilangnya pohon-pohon itu telah mengakibatkan titik kritis tercapai, dan setelah itu, ekosistem rusak tanpa dapat dipulihkan lagi dan iklim menjadi semakin kering. Penulis kajian itu berkata bahwa penemuan ini sangat relevan dengan situasi umat manusia saat ini.

Sementara itu, para ahli dari Institut Kelautan Leibniz di Kiel, Jerman mengumumkan penemuan mereka akan tanda-tanda bencana alam yang parah yang terjadi di Samudra Atlantik dua milenium lalu. Menurut para ilmuwan, pinggir beting benua Afrika terbelah, menghamburkan puing seluas lebih dari 150.000 kilometer persegi ke seluruh lepas pantai Maroko di Samudra Atlantik, selatan dari Kepulauan Canary. Peristiwa ini telah membuat super tsunami dan beberapa mengatakan berdampak terhadap hilangnya Kota Atlantis yang dipercaya pernah ada di cekungan Atlantik sebelum ditelan oleh lautan.

Setidaknya dua kali peristiwa besar terjadi, planet kita mengalami penghancuran besar karena kegiatan manusia yang merusak. Mungkin saja budaya masa lalu di Bumi tidak dapat bertahan karena standar moral mereka tidak berkembang dibandingkan dengan kemajuan teknologi mereka. Perkembangan spiritual dan cinta kasih adalah hal yang menjamin keamanan dan keseimbangan dari setiap usaha keras lainnya. Saya berdoa agar kebudayaan kita akan berbeda, akan lebih arif dan lebih maju menuju jalan yang bermanfaat.

Jadi, janganlah kita abaikan pembinaan moral kita. Jika kita menginginkan hal yang baik, kita harus melakukan kebaikan. Jika kita menginginkan kehidupan, kita harus membiarkan hidup. Karena itu berarti kita membiarkan hidup, kita menginginkan hidup, kita ingin energi konstruktif, kita tidak ingin pembinasaan. Menjadi vegan adalah jawabannya.


Referensi:
http://www.reuters.com/article/scienceNews/idUSTRE5A100O20091102
http://www.kew.org/science/anniversary-conference/Kew-250thConferenceProgramme.pdf
http://www.abc.net.au/rn/scienceshow/stories/2008/2432894.htm
http://www.naturalnews.com/028358_deforestation_human_civilization.html
http://www.earthtimes.org/articles/show/315771,oceanographers-find-signs-of-atlantic-disaster-2000-years-
ago.html
http://www.monstersandcritics.com/news/europe/news/article_1543702.php/Oceanographers-find-signs-
of-Atlantic-disaster-2-000-years-ago
http://en.mercopress.com/2010/03/27/german-scientists-find-evidence-of-major-tsunami-in-the-atlantic-
2000-years-ago
Selengkapnya...

Kurangi Daging = Menyelamatkan Hutan Indonesia

Gaung suara untuk mengurangi efek pemanasan global dan penyelamatan lingkungan seperti dideklarasikan akhir Februari lalu di Nusa Dua Bali belumlah usai, namun kita harus sudah menghela nafas lagi mendengar adanya program pemerintah bertitel Food Estate. Apa lagi ya..
Food Estate adalah sebuah konsep pengembangan produksi pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian dan peternakan yang berada di suatu kawasan lahan yang sangat luas. Salah satu negara yang sudah menerapkan program ini adalah Brazil, yang menyulap berjuta hektar hutannya menjadi lahan food estate penghasil kedelai berskala besar dan penyuplai pakan ternak, maupun daging sapi dunia.Seperti diberitakan Walhi, alih-alih meniru keberhasilan Brazil, Pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 18/2010 tentang Usaha Budidaya Tanaman, sebagai payung hukum berinvestasi di food estate. Dan muncullah program bernama MIFE (Merauke Integrated Food and Energy Estate). 1,6 juta hektar lahan yang sebagian besar adalah hutan di Merauke akan dibabat menjadi perkebunan kedelai dan peternakan untuk mendukung swasembada daging. Sudah bisa ditebak kan, para investor berkantong tebal telah antri dengan penawaran itu.
Namun yang disayangkan, apakah Pemerintah sudah mengkaji secara detail efek negatif dari program itu? Jangan hanya ingin meniru keberhasilannya saja namun dampaknya tidak difikirkan. Di Brazil sana, 80 persen pembabatan hutan Amazon dibabat untuk menghasilkan kedelai untuk pakan ternak dan lahan peternakan.
Alasan klise yang selalu diangkat adalah peningkatan ekonomi rakyat. Padahal jika sudah terealisasi, belum tentu masyarakat Merauke yang akan merasakan hasilnya langsung. Yang ada urbanisasi masyarakat daerah lain yang berbondong-bondong datang menjadi tenaga kerja perkebunan disana.
Nah, jika jutaan hektar lahan hutan di Merauke jadi dibabat, maka berkurang pula paru-paru dunia, dan sudah dipastikan efek pemanasan global akan meningkat. Belum lagi hilangnya resapan air dan naiknya permukaan air laut, dan bencana-bencana lain yang mungkin akan menyusul. Duh, jangan tambah lagi kehancuran negeriku demi produksi daging. Kurangi konsumsi daging Anda berarti menyelamatkan hutan Indonesia.
Sebelum terlambat, selamatkan hutan di Papua dengan Vegan. Ayo jangan sampai kaya Amazon Brasil.

http://www.thejakartapost.com/news/2010/03/04/merauke-estate-not-answer-ri%E2%80%99s-food-problem-coalition.html
http://www.thejakartaglobe.com/business/zoning-confusion-holding-back-merauke-food-estate-ministers/359033
http://farmlandgrab.org/10538
Selengkapnya...

Setelah 1 tahun, kentang dan burger Happy Meal McDonald kok tidak basi?

Pada pertengahan bulan Maret 2010, ada satu berita yang menghebohkan yang telah diliput oleh banyak media besar di dunia.
Isinya "Setelah 1 tahun, kentang dan burger Happy Meal McDonald kok tidak basi?"
Para ahli nutrisi dari Amerika mengambil foto sebelum dan sesudahnya dan dapat dilihat bahwa bentuknya tidak berubah. Setelah mengujinya, mereka menemukan fakta tentang zat yang ada dalam makanan itu mengapa setelah 1 tahun tidak basi dan bahkan tidak mengeluarkan bau."Serangga tidak menggerumuti makanan itu, bahkan mikroba juga tidak membuatnya basi. Lalu sebenarnya apa sih yang ada di dalam makanan McDonald itu? Mengapa burger dan kentang Happy Meal tetap "Happy" setelah satu tahun?" begitu isi artikel yang ditulis oleh banyak situs surat kabar dunia pada bulan Maret 2010 ini.
"Jika Anda membeli Happy Meal maka Anda akan mendapat mainan anak-anak dan sebentaran akan dibuang dan menjadi sampah selamanya. Begitu juga jika Anda membuang burger dan kentang Happy Meal, maka mereka juga akan menjadi sampah selamanya, tidak akan busuk." begitu kalimat yang dikutip oleh surat kabar yang lain.








Sumber:
English
http://www.dailymail.co.uk/news/worldnews/article-1258913/Happy-1st-birthday-Mother-keeps-McDonalds-Happy-Meal-year--gone-off.html
http://www.myfoxaustin.com/dpps/news/dpgoh-happy-meal-doesn%27t-rot-after-one-year-fc-20100326_6757286
http://consumerist.com/2010/03/this-1-year-old-happy-meal-has-aged-surprisingly-well.html
http://network.nationalpost.com/NP/blogs/theappetizer/archive/2010/03/17/one-year-old-mcdonald-s-happy-meal-lasted-well.aspx
http://article.wn.com/view/2010/03/18/Happy_1st_birthday_Mother_keeps_McDonalds_Happy_Meal_for_a_w/
http://news.newsrag.com/article/1.year.old_happy_meal_doesn.t_age
http://www.treehugger.com/files/2010/03/mcdonalds-happy-meals-invincible.php
http://www.thefrisky.com/post/246-happy-meal-shows-no-decay-after-one-year-on-a-shelf
http://www.jewcy.com/post/happy_meal_celebrates_one_year_being_least_kosher_thing_imaginable
http://www.huffingtonpost.com/2010/03/19/happy-meal-is-still-happy_n_505796.html
http://www.prefixmag.com/forum/prefix-forum/8677/
http://www.diet-blog.com/archives/2010/03/24/happy_meal_is_still_happy_one_year_on.php
http://www.relevantmagazine.com/main/slices/weird/20915-year-old-happy-meal-still-in-perfect-shape

Chinese
http://news.xinhuanet.com/food/2010-03/20/content_13209147.htm
http://news.china.com/zh_cn/news100/11038989/20100322/15864495.html
http://qy.qianlong.com/7440/2010/03/20/4722@5581887.htm
http://cn.chinareviewnews.com/doc/1012/6/4/3/101264357.html?coluid=7&kindid=0&docid=101264357
http://life.dayoo.com/health/201003/23/60551_12321145.htm
http://big5.ce.cn/cysc/sp/info/201003/23/t20100323_20308173.shtml
http://www.sinonet.net/news/tech/2010-03-19/67477.html
http://203.75.155.20/gb/www.cna.com.tw/ShowNews/Detail.aspx?pNewsID=201003190126&pType0=aOPL&pTypeSel=0
http://fzwb.ynet.com/article.jsp?oid=64259883
Selengkapnya...

Buat Bumi Lebih Hijau

SELASA, 16-02-2010 13:32
Oleh : Magid


KELOMPOK peduli lingkungan yang tergabung dalam milis pemanasan global (PG) menyerukan masyarakat Indonesia untuk sesegera mungkin mengurangi konsumsi daging. Sebab, perilaku konsumsi daging di negeri ini cukup mengkhawatirkan. Tidak hanya kerugian negara dalam hal ini berkurangnya devisa, tapi perilaku konsumsi daging berlebihan juga mengancam pemanasan global.
Jauh sebelum ASEAN-Australia-New Zeland Free Trade Agreement (AANZ-FTA) ditandatangani, Australia dan Selandia Baru adalah negara pemasok daging sapi dan susu terbesar ke Indonesia. Indonesia sendiri tercatat sebagai negara pengimpor terbeszar sapi hidup dari Australia.Bayangkan saja, sepanjang 2008 lalu, total impor sapi hidup dari negeri Kanguru itu sebanyak 651.196 ekor, atau 75 persen dari total 896.545 ekor sapi yang telah di ekspor Australia. Dari data ini, kita bisa berkaca, bahwa negara kita adalah pasar terbesar Australia dalam pemasaran komonditas sapi mereka.

"Impor sepanjang 2008 itu sendiri, naik 26 persen dari impor 2007 yang mencapai 516.992 ekor. Total nilai impor Indonesia itu mencapai Aus$ 419 juta," Demikian catatan dari milis Pemanasan Global (PG).

Sementara dari total 556.000 ton produksi susu olahan 2008 (1,79 juta ton setara susu segar) dengan produk olahannya, yaitu susu bubuk, susu kental manis dan susu cair (UHT/pasteurisasi/strerilisasi), sebanyak 70 persen bahan bakunya dipasok impor dan sebagian besar dari Selandia Baru. Dengan mengurangi konsumsi daging, kita bisa membantu mengurangi pengeluaran pemerintah, yaitu impor daging.

Kelompok diskusi yang peduli pemanasan global menyerukan agar masyarakat bisa segera mengurangi konsumsi daging. Langkah ini sangat perlu dilakukan mengingat banyak efek positif yang akan di dapatkan Indonesia jika perilaku ini terus digalakan.

" Jumlah daging impor di tahun 2007 mencapai 68.000 ton dan di tahun 2008 lebih dari 80.000 ton! Terbukti bahwa tingkat konsumsi daging di Indonesia terus meningkat. Jika kita bisa mengurangi permintaan daging, tentunya dengan mengurangi konsumsi daging, pastinya jumlah impor otomatis dapat ditekan, yang pada akhirnya akan menghemat devisa negara,'' demikian ditulis Pukesmaveta, salah satu aktivis dalam milis Pemanasan Global.

Menurut kelompok ini, kita jangan hanya memikirkan dampak negatif dari program pengurangan konsumsi daging, sebab, lebih banyak dampak positifnya jika kita kaji lebih luas. kurangi makan daging secara otomatis permintaan daging berkurang, dengan begitu impor daging dari luar juga berkurang. Jika ini sudah dilakukan lambat laun hewan yang diternakkan di peternakan modern luar negeri berkurang, maka hasil akhirnya bumi kita "more green"

"Siapa bilang kalau gerakan mengurangi konsumsi daging di Indonesia adalah salah besar dan tidak bisa diterapkan? Jangan terlalu menspekulasikan atau memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan, tetapi pikirkanlah dampak positif yang jauh lebih besar yang dapat dihasilkan. Fakta sudah ada, sekarang ini memang pola makan daging sudah tidak sustainable dengan kondisi bumi kita. Kurangi konsumsi daging kita,lalu lakukanlah bersama-sama, maka perubahan pasti terjadi,'' Demikian dituturkan Pukesmaveta.

Saat ini perternakan di Australia sangat maju. Mereka menggunakan mesin secara besar-besaran, dan produksi mereka juga sangat banyak. Namun, cukup banyak pula kelompok peduli lingkungan yang menyerukan untuk pemboikotan produk daging dari negeri kanguru itu. Apalagi selama ini, kemajuan industri ternak di Australia menyumbang lebih banyak emisi gas dibandingkan peternak lokal dan kecil di Indonesia.

"Mereka lebih banyak menggunakan mesin, lahan lebih luas, memakai obat-obatan lebih banyak

sehingga kualitas hasil ternak lebih baik," Pungkas Pukesmaveta.

NB : Terima kasih banyak atas pemberitaan dari Batam Today News. Media harus melangkah satu langkah dalam menyelamatkan planet kita, karena masyarakat kita kekurangan informasi seperti ini. Media mengemban misi penyelamatan di bumi kita satu-satunya.
http://www.batamtoday.com/news/read/2010/02/1601/19860.PG-Serukan-Masyarakat-Indonesia-Stop-Konsumsi-Daging.html
Selengkapnya...

Laporan Hari Tanpa Daging 2010

Tanggal 20 Maret lalu adalah hari pertama musim semi di Belahan Dunia Utara dan juga menandakan ulang tahun yang ke-25 dari Hari Tanpa Daging, salah satu kampanye informasi merakyat tahunan yang terbesar di dunia mengenai pola makan nabati.


Hari Tanpa Daging pertama diadakan di tahun 1985 oleh Farm Animal Rights Movement (FARM), sebuah kelompok nirlaba di Amerika Serikat untuk mempromosikan pola makan vegan guna menyelamatkan hewan, melindungi lingkungan, dan meningkatkan kesehatan. Kepopuleran dari hari tersebut telah berkembang amat pesat dalam 25 tahun terakhir ini.
Di AS, gubernur dari negara bagian Connecticut, Indiana, dan New Hamshire serta walikota dari Kota Baltimore, El Paso, Memphis, Honolulu, dan Houston semua mengeluarkan pernyataan resmi mendukung Hari Tanpa Daging.Dengan pertimbangan suatu pola makan nabati yang sehat dari biji-bijian utuh, sayuran, dan buah-buahan segar dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes dan penyakit kronis serta menular lainnya yang melumpuhkan yang membunuh banyak orang setiap tahunnya; padahal ada suatu pola makan yang membantu secara luar biasa dalam mengurangi emisi gas rumah kaca yang menghasilkan pemanasan global; membantu mencegah penderitaan dan kematian dari 55 miliar lebih hewan di dunia setiap tahunnya.

Kota Houston menghormati mereka yang berkomitmen dalam kampanye yang menantang dan berharga ini, dan memberi harapan terbaik kepada semua untuk acara yang sukses dan berharga ini.
Di tahun 2009, sekitar 1000 komunitas di 30 negara merayakan Hari Tanpa Daging melalui beragam kegiatan. Negara yang berpartisipasi mencakup Argentina, Australia, Belarus, Kanada, Kroasia, Republik Demokratik Kongo, Prancis, Jerman, Yunani, India, Indonesia, Irlandia, Israel, Italia, Kenya, Mongolia, New Zealand, Nigeria, Peru, Filipina, Portugis, Romania, Rwanda, Singapura, Afrika Selatan, Spanyol, Korea Selatan, Inggris Raya, AS, dan Zambia.

Beberapa komunitas menyelenggarakan festival dengan pameran penjaja vegan serta bilik informasi; yang lain menawarkan ceramah tentang pola makan nabati dan pertunjukan memasak vegan. Sementara yang lainnya mendistribusikan selebaran tentang manfaat pola makan non-hewani dan mempromosikan agar orang-orang memasuki situs web serta berjanji menjadi vegetarian.

Tema tahun ini adalah “Makan untuk Hidup – Hidup dengan Vegan!”. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi orang-orang untuk menjelajahi pola makan yang berwelas asih ini dan membuat suatu perubahan gaya hidup yang paling penting.

Manfaat kesehatan dari pola makan nabati telah dibuktikan dan diabsahkan oleh instansi umum maupun swasta yang utama di AS seperti Yayasan Ilmu Pengetahuan Nasional, Lembaga Kanker Amerika, Institut Kanker Nasional, Institut Kanker Nasional, Asosiasi Jantung Amerika, Asosiasi Jantung Amerika, Johns Hopkins University, AS.

Richardson: Jika Anda ingin menghindari penyakit jantung, kanker prostat, payudara, rahim, pankreas, dan banyak penyakit kesehatan lainnya, Anda perlu ENYAHKAN DAGING. Daging adalah satu-satunya sumber kolesterol dan juga sumber dari banyak hormon.

Daging yang dimasak berbahaya karena menghasilkan agen penyebab-kanker. Ayam bisa memberi Anda lebih banyak agen penyebab-kanker daripada daging merah. Saya juga berpikir bahwa daging bisa mempengaruhi tingkah laku manusia. Jika orang lebih banyak vegan, itu akan menyebabkan lebih sedikit perang.

Dr. Campbell: Pola makan nabati menciptakan kesehatan, mencegah penyakit dan manfaatnya luar biasa terutama dalam kaitannya dengan pengendalian biaya perawatan kesehatan. Biaya perawatan kesehatan bisa dikurangi secara berarti misalnya (jika) setiap orang beralih ke pola makan nabati utuh.

Shaun Monson: Kita makan 3 kali sehari dan itu adalah suatu kesempatan yang sempurna untuk tidak mengonsumsi hewan setidaknya satu hari, mencobanya selama sehari, sarapan pagi Anda, makan siang, makan malam, untuk tidak makan daging, dan untuk menemukan sesuatu yang lain yang lebih baik untuk Anda, dan juga sudah pasti lebih baik bagi lingkungan, dan benar-benar lebih baik bagi hewan. Jadi saya mendorong setiap orang untuk setidaknya satu hari dan mungkin yang pertama pada Hari Tanpa Daging untuk berhenti memakan hewan.

Lyman: Tiada hal yang lebih penting yang bisa Anda lakukan untuk diri Anda sekarang ini daripada melihat pada hal itu dan berkata “Hari Tanpa Daging adalah satu hari tanpa produk hewani. Mungkin yang perlu saya lakukan adalah menjadi vegan selama 30 atau 60 hari dan melihat bagaimana hasilnya bagi saya dan mungkin saya akan mengubah pola makan saya atau saya akan menjadi seorang vegan selamanya.”

Bob Linden: Hari Tanpa Daging dirayakan pada hari pertama musim semi setiap tahunnya, saat untuk suatu permulaan yang baru. Saat Anda mengenyahkan daging dari pola makan Anda, Anda memulai gaya hidup yang lebih sehat, lebih berwelas asih, dan bertanggung jawab dalam kaitannya dengan lingkungan. Saat ini lebih dari sebelumnya kita semua perlu mengenyahkan daging dari pola makan kita.

Biaya perawatan kesehatan di Amerika Serikat untuk penyakit jantung saja US$250 miliar per tahun. Siapa yang sanggup makan daging dan susu lagi?

Kini kami menyimpulkan bukti yang jelas mengapa yang terbaik adalah menjauhkan diri dari produk hewani.

Di Amerika Serikat, biaya dari perawatan kesehatan 17,3% dari total Produk Domestik Bruto. Penyakit kardiovaskular, kanker, dan stroke, semua kondisi kesehatan yang parah, kronis kebanyakan disebabkan oleh konsumsi produk hewani, penyebab utama kematian di AS.

Saat ini, 20% anak di AS antara usia 6 dan 19 menderita kegemukan, dibandingkan dengan hanya 6,5% di tahun 1980. Para ahli menuding asupan yang tinggi terhadap daging berlemak-tinggi dan produk susu serta makanan proses dari tren yang mengganggu ini.

Di tahun 2009, flu babi, yang dilacak ke sumbernya di pabrik peternakan menjadi suatu pandemi global dan berlangsung hingga saat ini untuk mengambil nyawa.

http://www.cdc.gov/nchs/FASTATS/lcod.htm http://www.unep.org/Documents.Multilingual/Default.asp?DocumentID=602&ArticleID=6360&l=en http://www.flucount.org

Telah dihitung bahwa siklus dari produksi dan konsumsi produk hewani bertanggung jawab atas lebih dari 51% emisi gas rumah kaca global sehingga menjadi penyebab nomor satu perubahan iklim.

Suatu ketika, hutan hujan menutupi 14% permukaan tanah Bumi, tapi saat ini hanya menutupi 6% terutama akibat penebangan hutan untuk menanam pakan ternak atau untuk lahan merumput.

James Hansen ketua Penelitian Godard NASA: Saya berjanji untuk bervegan pada Hari Tanpa Daging.

Manager dari acara ini berkata "Tahun ini ada 40% lebih banyak orang yang bergabung daripada tahun lalu. Jadi, ini membuat saya merasa sangat bahagia karena orang-orang berubah menuju pola makan yang lebih baik dan mereka mengembangkan kesadaran tentang pentingnya makan dengan baik, dan melindungi planet serta menghormati bentuk kehidupan lain."

Banyak pertanda yang mendorong tren vegan. Kota Ghent, Belgia, Sao Paulo, Brasil, dan Bremen, Jerman semuanya telah menunjuk satu hari dalam seminggu sebagai hari tanpa daging dimana semua penduduk didorong untuk makan makanan nabati.

Banyak sekolah di seluruh penjuru dunia sekarang telah menawarkan menu vegan untuk kepentingan murid-murid mereka dan juga menerapkan hari Tanpa Daging. Misalnya di Kabupaten Yulin, Formosa(Taiwan), setidaknya 75 Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Negeri sekarang memiliki satu hari dalam seminggu dimana hidangan tanpa produk hewani disajikan, dimana 5 sekolah menyediakan makanan semacam itu 2 kali seminggu. Kabupaten lain di pulau itu juga menerapkan tren menakjubkan ini.

Saat ini Bumi memanas. Menjadi vegetarian bisa mengurangi emisi karbon dan juga menghemat energi.

http://www.adajournal.org/article/S0002-8223(09)00700-7/abstract
http://www.sciencedaily.com/releases/2009/07/090701103002.htm
http://www.livablefutureblog.com/2009/06/meatless-monday-is-going-global
http://www.examiner.com/p-Bremem
http://translate.google.com/translate?js=y&prev=_t&hl=en&ie=UTF-8&layout=1&eotf=1&u=http%3A%2F%2Fwww.taz.de%2F1%2Fnord%2Fartikel%2F1%2Fbremen-propagiert-veggiday%2F&sl=de&tl=en
http://www.meattradenewsdaily.co.uk/news/121109/malaysia___meatless_mondays.aspx

Saat ini ada cukup banyak sumber gratis di Internet dan di tempat lain untuk membantu orang memulai pola makan vegan. Misalnya kelompok nirlaba AS, Komite Dokter bagi Pengobatan yang Bertanggung Jawab, yang mempromosikan obat pencegahan, telah menciptakan program online yang gratis untuk “Mulai Bervegan selama 21 hari” Program itu mencakup perencanaan makanan selama 21 hari yang dirancang oleh dokter AS yang terhormat, Dr. Neal Barnard, tip pola makan untuk selebriti, siaran web oleh Dr. Barnard dan yang lainnya yang menayangkan saran penurunan berat badan serta pertunjukan memasak dan juga forum komunitas online untuk berinteraksi dengan rekan peserta dalam program itu.

Hari Tanpa Daging adalah kesempatan yang luar biasa bagi setiap orang untuk membuat perubahan dalam hidup, suatu perubahan yang akan bermanfaat, bukan hanya bagi kesehatan dan jiwa Anda, tapi juga kondisi dari planet kita dengan cara yang mendalam dan konstruktif.

Untuk perincian yang lebih banyak tentang Hari Tanpa Daging 2010, silakan kunjungi www.MeatOut.org
http://www.suprememastertv.com/bbs/tb.php/featured/576
Selengkapnya...

"Vegan" - Mantra Perdamaian Dunia

Saya mbah Rumi, hari ini saya ingin memberitahu Anda semua satu Mantra yang paling ampuh, dan mantra itu adalah "Vegan".


Jika Anda menyebut "Vegan" 1 kali, maka tubuh Anda akan sehat, penyakit berat Anda akan sembuh, sisa hidup Anda akan terbebas dari penyakit-penyakit mematikan, semua wabah di Bumi ini akan menghilang; dan jika Anda memberitahu Mantra ini kepada sanak saudara Anda, maka mereka juga akan sehat, muda, dan terlindungi dari berbagai penyakit.Mantra ini adalah obat yang sangat mujarab.

Jika Anda menyebut "Vegan" 2 kali, maka kelaparan dunia akan berhenti. Semua orang akan mempunyai cukup makanan. Penduduk di negara-negara kaya akan mempunyai berat tubuh ideal, sedangkan negara-negara miskin akan mendapat makanan yang cukup, tidak ada lagi saudara-saudara kita yang tidur dalam perut yang lapar. Sumber daya di Bumi kita akan berlimpah kembali, dan manusia tidak perlu bekerja begitu kerasnya seperti zaman sekarang, dunia kita akan mencapai perekonomian emas. Makanan begitu mudah didapat dan berlimpah. Persaingan akan berkurang dan semua orang merasa kaya dan tercukupi, semuanya saling memberi tanpa pernah takut kekurangan.

Dapatkah Anda merasakan kekuatan Mantra ini?

Selanjutnya, jika Anda menyebut "Vegan" 3 kali, maka semua pembunuhan terhadap hewan dan manusia akan berhenti. Manusia akan mendapatkan sifat kasihnya kembali, mereka memandang semua hewan sebagai teman-teman terbaiknya dan juga memandang manusia sebagai saudara terkasihnya. Mereka tidak akan tega membunuh teman dan saudaranya sendiri. Manusia akan semakin menyatu dengan alam, hewan, maupun sesamanya sendiri. Perang dunia akan berhenti, hanya kasih yang akan ada dalam pikiran mereka, dengan begitu, perdamaian dunia akan terwujud di Bumi ini.

Lalu bagaimana jika Mantra ini diucapkan 4 kali?

Baik... Jika Mantra "Vegan" diucapkan 4 kali, maka semua bencana alam akan berhenti, iklim akan stabil kembali, pemanasan global akan teratasi dengan cepat, dan pada akhirnya dunia kita akan lolos dari kepunahan masal. Mantra ini akan menyelamatkan dunia. Setelah itu, umat manusia akan memiliki lebih banyak waktu untuk menerapkan teknologi hijau yang belum pernah terpikirkan sebelumnya dan Bumi kita akan terus berlanjut selama berabad-abad ke depan menuju dunia yang semakin beradab. Manusia akan memakan dari sayuran dan buah-buahan organik yang tumbuh sendirinya tanpa takut pestisida, pembunuhan, atau GMO. Manusia akan menikmati berbagai kemudahan teknologi hijau, dan manusia akan bebas dari segala polusi maupun ketidakseimbangan alam lainnya.

Apakah Anda pernah bermimpi tentang Bumi seperti itu?

Oke dan yang terakhir, jika Anda menyebut kata "Vegan" 5 kali, maka bumi kita akan berubah menjadi Surga. Tuhan akan menghadiahi manusia dengan pahala yang berlimpah-limpah. Surga akan bermurah hati, karena kita bermurah hati. Manusia akan berjalan seperti layaknya makhluk Surgawi di dunia ini. Inilah dunia yang diinginkan oleh Tuhan dan kita semua. Wujudkanlah dunia seperti ini. Mari kita sebutkanlah kata "Vegan" 5 kali. Jadilah Vegan. Bertindaklah Hijau. Selamatkan Bumi.
From: pemanasanglobal@yahoogroups.com on behalf of Eating Green (sos.pemanasanglobal@yahoo.com)

Selengkapnya...

WMO : 90% Bencana Karena Perubahan Iklim

Perubahan iklim menimbulkan curah hujan ekstrem dalam waktu makin singkat, kemudian menjadikan masa
Selasa, 8 Juli 2008 | 23:38 WITA
GENEVA - Pada dekade terakhir ini, 90 persen bencana yang terjadi di berbagai belahan dunia terkait dengan perubahan iklim. Peran media menjadi sangat penting dalam menunjang edukasi untuk membuat langkah adaptasi dan mitigasi mengurangi dampak perubahan iklim tersebut.


Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Michel Jarraud dalam pembukaan lokakarya Media 21 Global Journalism Network dengan tema "Perubahan Iklim III: Dampak Terhadap Kawasan Pantai dan Negara Kepulauan".


"Bencana banjir merupakan bencana yang paling banyak terjadi dan menewaskan ribuan orang dari berbagai negara setiap tahun," kata Jarraud.Bencana banjir, lanjutnya, terjadi karena curah hujan ekstrem akibat gangguan cuaca, seperti siklon tropis. Perhatian WMO kini, selain pada persoalan iklim dan cuaca, juga pada persoalan air atau hidrologi.

Dampak lain adalah kekeringan yang mengancam keamanan pangan dunia. Pada dasarnya, fenomena perubahan iklim menimbulkan curah hujan ekstrem dalam waktu makin singkat, kemudian menjadikan masa kekeringan makin panjang. Ketidakpastian alam menjadi semakin tinggi.

Tahun 1997 terjadi kekeringan berkepanjangan di wilayah Asia akibat El Nino. Akan tetapi, pada 2007 dampak La Nina mengakibatkan musim hujan lebih lama di Asia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia dampak La Nina pada 2007-2008 juga mengakibatkan banjir yang memakan korban jiwa.

Ancaman kelaparan

Berbagai bencana itu menimbulkan kerentanan sosial, di antaranya ancaman kelaparan. Kepala Divisi Meteorologi Pertanian WMO Mannava Sivakumar mengatakan, bahaya kelaparan saat ini mengancam 800 juta penduduk dunia. Dari jumlah itu, 170 juta orang berusia di bawah lima tahun. Artinya, kini banyak kasus gizi buruk yang merusak harapan bagi generasi mendatang.

Lokakarya ini diikuti 27 wartawan dari 24 negara. Selain berbagai narasumber dari WMO, juga hadir sebagai narasumber Deputi Pengembangan Kemanusiaan pada Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) Cecilia Ugaz dan Gilles Sommeria-Klein, konsultan IPCC (panel internasional mengenai perubahan iklim).

Nick Mills, jurnalis National Public Radio Amerika Serikat, memandu para peserta untuk merumuskan tanggapan dan rencana aksi atas presentasi dari segenap narasumber itu.

"Berbagai persoalan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di berbagai negara saat ini dihadapkan pada kemiskinan. Tetapi, fungsi media untuk edukasi tetap harus dijalankan, antara lain menetapkan media paling murah dan paling mudah dioperasikan, seperti radio," kata Mills. (NAW/KOMPAS)



Sumber: http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/26
Selengkapnya...

Bencana Gempa Bumi Terjadi Akibat Pemanasan Global

Gempa bumi besar berkekuatan 7,3 skala Richter terjadi lagi di Indonesia, tepatnya pada hari Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB, berpusat di kedalaman 30 km di bawah Samudra Indonesia atau 142 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebelumnya kejadian gempa (sebagian diikuti dengan Tsunami) terjadi di DIY dan Jateng tanggal 27 Mei 2006 (5,9 skala Richter), Pangandaran, Jabar tanggal 17 Juli 2006 (6,8 skala Richter), Nias, Sumut tanggal 28 Maret 2005 (8,7 skala Richter) dan yang paling fenomenal terjadi di Aceh dan Sumut tanggal 24 Desember 2004 (8,2 skala Richter) yang diikuti Tsunami dengan korban jiwa sekitar 106.523 orang.Mengapa gempa bumi sekarang ini sering terjadi? Apakah ada hubungannya dengan peristiwa Pemanasan Global dan Perubahan Iklim yang sedang kita alami sekarang ini?
Jawaban pertanyaan tersebut diungkapkan oleh seorang ahli geologi, Bill McGuire dari Hazard Research Center di University College London, seperti ditulis Livescience, bahwa gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, dan tanah longsor, adalah bencana lain yang terjadi akibat perubahan iklim. Menurut Mc Guire, ada dua penyebabnya.
Yang Pertama, gangguan keseimbangan kerak Bumi. Lapisan es di kutub yang memiliki berat menekan kerak Bumi yang berada di bawahnya. Karena es mencair, kerak di bawahnya berusaha mencari keseimbangan baru. Pergeseran keseimbangan ini dapat memicu aktivitas magma di dalam kerak Bumi maupun aktivitas gempa bumi. “Pada akhir Zaman Es, tercatat adanya peningkatan besar-besaran aktivitas seismik bersamaan dengan penyusutan lapisan es di Skandinavia maupun tempat-tempat lain seperti itu dan memicu tanah longsor di bahwa laut yang pada akhirnya memicu tsunami,” ungkap McGuire.
Penyebab kedua, tekanan air laut. Suhu laut yang bertambah panas mengakibatkan air laut memuai. “Memuainya air laut ditambah es yang mencair ke dalam laut menekan kerak Bumi di bawahnya. Hal ini dapat menekan magma apapun yang ada di sekitarnya keluar dari gunung berapi sehingga memicu letusan,” urai McGuire. Mekanisme ini dipercaya menjadi penyebab letusan periodik Gunung Pavlof di Alaska yang meletus setiap musim dingin ketika permukaan air laut lebih tinggi. McGuire sendiri melakukan penelitian yang dimuat pada jurnal Nature pada tahun 1997.
Penelitian para ahli menunjukkan bahwa kekuatan perusakan oleh gempa bumi meningkat dengan laju yang sangat mengkhawatirkan dan kecenderungan ini terus berlanjut, kecuali masalah Pemanasan Global bisa diatasi secara menyeluruh dan dengan segera. Pengukuran yang dilakukan oleh NASA membenarkan bahwa Bumi menyerap setidaknya 0,85 Megawatt per km2 energi lebih banyak dari matahari daripada kemampuannya untuk memantulkan panas itu kembali ke luar angkasa, karena terhalang oleh lapisan Gas Rumah Kaca yang terakumulasi di atmosfer Bumi.
Kita kembali diberi peringatan oleh Tuhan melalui cobaan dalam bentuk bencana alam, agar lebih perduli terhadap kedaan Bumi yang semakin renta. Kerusakan alam dan lingkungan yang terjadi sebagian besar akibat ulah manusia sendiri. Dibutuhkan semangat dan kemauan yang kuat dari seluruh komponen warga Bumi agar laju kecepatan Pemanasan global dapat direduksi bahkan dihentikan dengan tindakan nyata sesegera mungkin. Tidak ada yang bisa menyelamatkan Bumi selain warga Bumi sendiri. Tidak ada tempat untuk sembunyi atau pindah ke luar Bumi, karena belum diketemukan planet layak huni seperti Bumi. Jadi sebelum bencana alam semakin sering terjadi, sebelum semakin banyak korban jiwa berjatuhan, sebelum udara dan air semakin langka di Bumi, ayo kita sungguh-sungguh ‘Sayangi Bumi’!
Selengkapnya...

Biarkan Aku Bernafas Sejenak

Perwujudan kualitas lingkungan yang sehat merupakan bagian pokok di bidang kesehatan. Udara sebagai komponen lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan daya dukungan bagi makhluk hidup untuk hidup secara normal. Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran dan perumahan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan kontribusi terbesar dari pencemaran udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan, seperti kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun dan lain-lain. Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kuailitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia.Udara merupakan media Lingkungan yang merupakan kebutuhan dasar manusia perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini pula yang menjadi kebijakan Pembangunan Kesehatan Indonesia 2010 dimana program pengendalian pencemaran udara merupakan salah satu dari sepuluh program unggulan. Pertumbuhan pembangunan seperti industri, transportasi dan yang lainnya, disamping memberikan dampak positif, namun disisi lain akan memberikan dampak negatif dimana salah satunya berupa pencemaran udara dan kebisingan baik yang terjadi di dalam (indoor) maupun diluar ruangan (outdoor) yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan terjadinya penularan penyakit. Diperkirakan pencemaran udara dan kebisingan akibat kegiatan industri dan kendaraan bermotor akan meningkat dua kali dari tahun 2000 dari kondisi tahun 1990 dan sepuluh kali pada tahun 2020. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada 3 kota besar yang termasuk dalam kota penyumbang polusi udara terbanyak yaitu, JAkarta, Yogyakarta dan Semarang yang mana zat pencemar udara dari ketiga kota tersebut telah melebihi nilai ambang batas atau standart kualitas udara.
Di hari untuk memperingati hari lingkungan hidup (pada saat itu) marilah kita melakukan tindakan nyata untuk mengurangi polusi udara dengan tindakan :
1. Mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang lalu lalang, misalnya dengan jalan kaki, sepeda, kendaraan umum atau naik satu kendaraan pribadi bersama-sama.
2. Selalu merawat kendaraan bermotor dengan seksama agar tidak boros bahan bakar dan asapnya tidak mengotori udara.
3. Meminimalkan pemakaian AC , pilihlah AC non-CFC dan hemat energi.
4. Mematuhi batas kecepatan maksimal dan jangan membawa beban terlalu berat dimobil agar pemakaian bahan bakar lebih efektif.
5. Meminimalkan penggunaan bahan kimia.
6. Membeli bahan bakar yang bebas Timbal (minimal).
7. Memilih produk yang ramah lingkungan, misalnya parfum non-CFC.
8. Memakai plastik berulang kali, Sampah plasti sulit terurai dan jika dibakar menimbulkan zat beracun.
9. Mem-fotocopy secara bolak-balik atau memakai kertas yang sisinya masih kosong. Menghemat kertas berarti mengurangi penggundula hutan. Bumi yang hijau dapat menyerap polusi lingkungan dengan lebih maksimal.
10. Menghias rumah dan lingkungan sekitar dengan Hijau.
Big ideas for Small Planet….
Ayo, mari kita tingkatkan kepedulian kita demi kelestarian alam ini. Maafkan kami Alam, Bumi…..
Selengkapnya...

Cara Lain Menangani Polusi Akibat Kendaraan Bermotor

Bagi banyak daerah perkotaan, usaha melengkapi kendaraan, seperti angkutan kota, skuter, dan mobil dengan perangkat kendali yang canggih, walaupun efektif, tidak mengurangi pencemaran udara dengan cukup cepat dan menyeluruh. Kota-kota ini telah menjalankan berbagai program, mulai dari pemberlakuan hari tanpa berkendaraan, sampai pelarangan parkir di kota, yang kesemuanya dikenal dengan istilah "upaya mengendalikan transportasi" ("transportation control measures/TCM"). Banyak TCM dipusatkan pada pengurangan kepadatan lalu lintas, dengan menggunakan sistem yang berkisar dari metode fisik, seperti lampu lalu lintas yang terkoordinasi, jalan satu arah, dan bermobil patungan atau jalur bus yang terpisah, sampai metode penggunaan insentif ekonomi, misalnya "tarif jalur padat" yang mengharuskan pengemudi membayar jika melalui jalan raya di saat lalu lintas padat.- Larangan Masuk.
Pada tahun 1977 Buenos Aires melarang kendaraan pribadi memasuki jalan-jalan pusat keramaian kota dari pukul 10 pagi sampai 7 malam pada hari-hari kerja. Bus dan taksi diperbolehkan hanya pada beberapa jalan tertentu. Larangan ini mengatasi kepadatan lalu lintas dan pencemaran udara yang disebabkan oleh satu juta orang yang memadati pusat kota Buenos Aires setiap hari kerja.
Pada awalnya barikade polisi digunakan untuk melaksanakan larangan ini, saat ini rambu-rambu kecil yang menjelaskan kebijaksanaan ini sudah memadai.
Larangan bagi mobil secara sebagian atau total sudah pula diberlakukan di sebagian besar kota besar Italia, termasuk Roma, Florensia, Napoli, Bologna, dan Genoa dan di kota-kota kecil. Dari pukul 7.30 pagi sampai 7.30 malam, hanya bus, taksi, kendaraan pengirim barang, dan mobil-mobil pemilik rumah di daerah itu yang boleh memasuki daerah pusat Roma dan Florensia. Larangan serupa juga diberlakukan di Athena, Amsterdam, Barcelona, Budapest, Kota Mekiko, dan Munich. Dalam waktu sepuluh tahun mendatang Bordeaux, Prancis, berniat menghapus kendaraan bermotor dari separo jalan-jalan di kota ini, dan memberikan jalan-jalan itu pada para pejalan kaki dan pengendara sepeda.

- Larangan Parkir.
Larangan parkir membatasi jumlah mobil yang boleh parkir di suatu daerah, tapi tidak berpengaruh apapun pada jumlah mobil yang boleh lewat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah yang diakibatkan oleh berlimpahnya kendaraan adalah sama sekali melarang semua kendaraan memasuki pusat-pusat kota. "Zona bebas mobil", sebagai suatu cara untuk mengurangi pencemaran udara, menggalakkan pariwisata, dan meningkatkan kualitas kehidupan, akhir-akhir ini semakin populer di Eropa. Pengalaman yang terjadi di AS lebih terbatas; zona pembatasan mobil biasanya hanya berlaku pada daerah pariwisata atau pertokoan kecil, dan hanya berdampak kecil pada pola transportasi kota secara keseluruhan.

- "Sel" Lalu Lintas.
Gothenburg, Swedia, membagi pusat kotanya menjadi lima sektor berbentuk "pastel" pada 1970 sebagai suatu cara untuk membatasi lalu lintas yang lewat dan menggalakkan transportasi umum. Kendaraan darurat, angkutan lokal masal, sepeda dan moped dapat melintas dari satu zona ke zona lain, tapi mobil tidak dapat. Berkurangnya kepadatan di pusat kota Gothenburg telah menimbulkan layanan transit yang lebih baik dan tingkat kecelakaan yang lebih rendah. Pendekatan yang disebut "sel lalu lintas" ini, yang berasal dari Bremen, Jerman, juga digunakan di Groningen, Belanda, dan Besancon, Prancis.

- Hari Tanpa Mengemudi.
Pada akhir 1991, Roma, Milano, Napoli, Turino, dan tujuh kota lain di Italia mencanangkan "perang" terhadap pencemaran dengan cara membatasi jumlah mobil di jalan. Dalam peraturan ini, mobil berplat nomor ganjil dilarang berjalan di satu hari, sedang mobil berplat nomor genap dilarang berjalan hari berikutnya. Banyak pengemudi yang merasa jengkel dengan adanya kekangan dan larangan atas hak mereka untuk mengemudi, lalu mengabaikan aturan genap-ganjil ini. Dalam satu hari saja di bulan Desember, para polisi lalu lintas mencatat 12. 983 pelanggaran, menilang para pelanggar aturan yang mengemudi di hari yang salah, atau yang mengubah plat nomor kendaraan mereka. Namun demikian, dengan penggalakan peraturan secara keras, menteri lingkungan hidup Italia yakin larangan mengemudi berseling hari itu dapat mengurangi polusi sebesar 20 sampai 30 persen.
Pemerintah kota Los Angeles, California, telah mempunyai peraturan yang mirip dengan yang di Italia. Malahan telah pula disusun suatu rencana kontroversial untuk membantu memenuhi standar Undang-undang Udara Bersih yang baru. Mulai tahun 2000, "hari-hari tanpa mengemudi" akan diberlakukan di Los Angeles sebagai jalan keluar terakhir untuk menurunkan kadar ozon dan karbon monoksida. Jika rencana ini dijalankan, maka setiap pengemudi harus meninggalkan kendaraan mereka di rumah satu hari setiap minggu, bergantung pada plat nomor kendaraan mereka.

- Bersepeda.
Sebagai bentuk transportasi yang paling lazim di dunia, bersepeda kini mulai "naik daun", sejalan dengan usaha pemerintah beberapa negara untuk menggalakkan bersepeda melalui program khusus. Jumlah sepeda di planet ini lebih dari 800 juta, hampir dua kali jumlah kendaraan umum, tetapi untuk lebih menggalakkan kegiatan bersepeda, negara-negara seperti Belanda, Denmark, Belgia, dan Jerman mengembangkan jaringan jalan untuk sepeda, masing-masing dengan hak guna jalan yang terpisah dari jalan mobil. Tempat parkir yang terpisah, persewaan sepeda dengan uang jaminan yang akan dikembalikan, bahkan garasi khusus sepeda, semuanya diusahakan untuk lebih menggalakkan kegiatan bersepeda. Program semacam itu mempunyai dampak amat besar terhadap cara orang melihat pilihan yang mereka miliki untuk sarana transportasi. Misalnya, kegiatan bersepeda di Erlangen, Jerman, meningkat dua kali lipat setelah jalan sepeda sepanjang 160 km selesai dibangun. Banyak kota di Cina memiliki jalan sepeda selebar lima atau enam jalur. Sesungguhnyalah, sepeda amat penting di Cina, dan pemantauan lalu lintas di kota Tianjin telah mendata lebih dari 50.000 sepeda melintas di satu persimpangan jalan dalam waktu satu jam.

- Jam Kerja Lentur.
Selama Olimpiade Musim Panas tahun 1984, Los Angeles menggilir jam kerja, dan dengan demikian menurunkan pencemaran udara ke titik terendah selama beberapa waktu terakhir ini. Sekarang banyak kota mencari jalan untuk menghambat pencemaran udara dengan cara memulai jam kerja atau sekolah satu atau dua jam lebih awal, atau dengan mengakhirinya lebih awal, dan dengan demikian mengurangi kepadatan lalu lintas. Kota-kota lain mengusulkan empat hari kerja seminggu sebagai cara lain mengurangi kemacetan lalu lintas. Misalnya di kantor PU Los Angeles para karyawan bekerja 10 jam sehari dari Senin sampai Kamis. Pada hari Jumat seluruh gedung ditutup, dan hal ini tidak saja mengurangi asap kabut dan kemacetan, tapi juga menghemat biaya operasi 1,7 juta dollar AS setahun.

- Kerja Jarak Jauh (Telecommuting).
Suatu strategi lain, yaitu cara "kerja jarak jauh", atau mengizinkan karyawan bekerja di rumah dengan menggunakan telepon dan komputer, akan mengurangi biaya tambahan kantor dan sekaligus menghemat waktu dan uang para karyawan. Para pegawai di Los Angeles berharap akan mengurangi 3 juta perjalanan ke tempat kerja dengan adanya program kerja di rumah dan kerja jarak jauh. Pusat Penelitian Masa Depan meramalkan bahwa lima juta orang Amerika memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan komputer dan dapat dikerjakan di rumah menjelang tahun 1993. Dan dari suatu studi yang dilakukan oleh Asosiasi Pemerintahan California Selatan ditemukan bahwa jika satu dari delapan karyawan memilih untuk bekerja di rumah, atau di stasiun kerja "satelit" yang dihubungkan secara elektronis dengan kantor pusat, maka kemacetan lalu lintas di jalan-jalan raya daerah tersebut dapat dikurangi hampir sepertiganya.

- Pemeriksaan dan Pemeliharaan.
Program pemeriksaan dan pemeliharaan kendaraan yang dilaksanakan secara keras untuk memastikan kepatuhan masyarakat merupakan suatu pelengkap yang penting dalam penetapan standar emisi. Pengotak-atikan dan pemeliharaan yang buruk dapat dengan cepat membuat pengendalian emisi menjadi tidak efektif. Usia juga cenderung menurunkan kinerja perangkat polusi. Karena itu program untuk menghapus kendaraan tua dari jalan dengan menawarkan suatu imbalan mungkin dapat sangat mengurangi emisi kendaraan.

- Pembangkit Tenaga Listrik
Pusat pembangkit tenaga listrik sudah lama dianggap mahal dan sulit dikendalikan oleh banyak negara, dan kini semakin sering menjadi sasaran bagi teknologi dan praktek-praktek baru, dan dengan alasan yang baik pula: Karena di samping kendaraan bermotor, fasilitas ini merupakan sumber terbesar pencemaran udara. Di AS misalnya, pembangkit tenaga listrik mengeluarkan hampir dua pertiga dari seluruh sulfur dioksida, dan hampir sepertiga dari seluruh oksida nitrogen. Walaupun ada data tentang polutan-polutan lain, namun data itu hampir pasti juga berlaku bagi emisi-emisi lain, terutama partikulat dan logam berat, dan secara tidak langsung ozon. Penggunaan listrik mungkin sekali akan terus meningkat secara global, karena permintaan akan listrik meningkat sebanyak 10 persen tiap tahun di beberapa negara, dan itu berarti suatu penggandaan konsumsi setiap kira-kira tujuh tahun.
Dampak dari polusi sebanyak itu sulit diketahui karena banyak pembangkit tenaga listrik kini membuat "tall stacks" cerobong asap yang bisa mencapai tinggi 396 meter dengan maksud menebarkan pencemarannya seluas ratusan kilometer persegi. Hasilnya adalah penurunan mutu udara yang meluas dan sulit diukur di suatu daerah yang luas, dan itu mempersulit penyusunan hubungan sebab-akibat antara pencemaran udara dan penyakit manusia. Akan tetapi, studi besar-besaran yang dibiayai pemerintah (antara lain satu studi di AS memakan biaya 600 juta dollar selama 10 tahun) telah dengan jelas menghubungkan polusi pembangkit tenaga dengan kerusakan lingkungan yang meluas sungai-sungai dan danau-danau asam, selain hutan-hutan yang hampir mati, misalnya. Studi kesehatan baru-baru ini, yang juga mengambil data dari populasi yang luas, telah mulai menarik hubungan antara pencemaran udara dan kematian manusia yang mulai menunjukkan bahwa di AS saja pencemaran zat-zat partikulat menyebabkan lebih dari 50.000 orang meninggal tiap tahun.
Jadi pemerintah beberapa negara pada 1990-an mulai memusatkan perhatian pada pusat pembangkit tenaga listrik sebagai sumber pencemaran udara yang relatif mudah dikendalikan, sebagaimana pandangan pemerintah pada 1970 dan 1980-an terhadap kendaraan bermotor.
Seperti halnya dengan mobil, truk dan bus, cara untuk mengendalikan pencemaran udara dari sumber pembangkit tenaga berkisar dari bahan bakar baru batubara yang lebih rendah kadar sulfurnya, misalnya sampai teknologi seperti "penggosok" cerobong asap, yang mengurangi emisi sulfur dioksida penyebab utama hujan asam sampai 90 persen atau lebih. Sekali lagi, sebagaimana teknologi baru menjanjikan eliminasi pencemaran kendaraan bermotor, sistem lain dapat membuahkan hasil yang sama dari pembangkit tenaga listrik: turbin angin, misalnya, dapat menghasilkan tenaga dengan biaya yang sama dengan batubara bahan bakar fosil yang paling murah dan paling kotor tetapi tanpa pencemaran udara sama sekali.
Potensi untuk mengurangi pencemaran udara dengan memasangkan alat pengendali pencemaran suatu pendekatan analog dengan penggunaan alat pengubah berkatalis pada mobil dapat dilihat dari sukses besar yang terjadi di Jerman. Di negara itu, pada 1980 dan 1981 masyarakat dikejutkan oleh "Waldsterben" atau kematian hutan. Karena merasakan adanya hubungan yang hampir mistis dengan hutannya, mulai dari Hutan Hitam sampai hutan-hutan Linden yang indah di Berlin, dan karena keyakinan bahwa pencemaran udara akan memusnahkan hutan-hutan tersebut, maka pemerintah Jerman memerintahkan pengelola pembangkit tenaga listrik untuk mengurangi emisi sampai 90 persen atau lebih dalam jangka waktu enam tahun. Program ini menelan biaya sekitar 21 miliar Deutschmark (12, 6 miliar dolar AS), tetapi mencapai hasil yang diharapkan, yaitu mengurangi emisi sulfur dioksida secara nasional sampai setengahnya.
Dalam proses ini, Jerman menjadi pelopor dunia dalam pembuatan sistem penggosok dan pengurangan katalis selektif ("selective catalyc reduction/SCR"), yang dapat mengurangi 90 persen atau lebih nitrogen oksida yang menyebabkan asap kabut dan hujan asam. Pusat-pusat pembangkit tenaga listrik di Jerman telah ditingkatkan, dan efisiensinya meningkat sampai 12 persen. Di seluruh dunia, sistem penggosok telah dipasang atau sedang dibuat di sumber-sumber pembangkit tenaga, dengan menghasilkan daya listrik sebesar kurang lebih 104.500 megawatt, menurut Badan Energi Internasional.

- Teknologi Baru
Sejumlah teknologi yang lebih baru menjanjikan pengurangan emisi cukup besar bila dibandingkan dengan sistem-sistem yang ada saat ini. Dengan beroperasi menggunakan zat hidrogen, beberapa temuan mutakhir ini bahkan dapat mencapai tingkat emisi nol, atau sangat mendekati nol, sampai selisihnya tak dapat diukur dengan piranti yang ada sekarang.
Bahkan bila dioperasikan dengan bahan bakar fosilpun, seperti gas alam, temuan-temuan itu masih mampu mencapai tingkat emisi nol untuk polutan-polutan tertentu, dan mendekati nol untuk beberapa jenis polutan lain.
Teknologi sumber daya stasioner ini meliputi: turbin putar gabungan ("combined-cycle turbines"). Turbin putaran gabungan yang dihidupkan dengan pembakaran gas ("gas-fired combined-cycle turbines") dapat membangkitkan tenaga listrik yang mengurangi pencemaran udara sebesar 50 sampai 99 persen bila dibandingkan dengan sumber-sumber pembangkit tenaga yang membakar batubara. (Dalam sistem putaran gabungan, bahan bakar digunakan untuk menjalankan dua turbin, satu mendapat daya dari gas pembakaran panas, lainnya dari uap suatu konsep yang serupa dengan penggunaan bensin untuk menghidupkan mesin mobil Anda, lalu menggunakan asap knalpotnya untuk menghidupkan mesin lain). Karena berbahan bakar gas alam, maka sistem ini tidak menghasilkan emisi sulfur dioksida atau benda partikulat. Jika sistem ini dilengkapi dengan sistem pengendali pencemaran SCR yang canggih itu, maka emisi oksida nitrogen hanya sepersepuluhnya (atau kurang) dari emisi pembangkit tenaga yang lain.

- Turbin Derivatif Pesawat Udara.
Sistem putaran gabungan seperti di atas dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk membuatnya, dan memakan biaya ratusan juta dollar. Untungnya, ada sistem lain yang lebih kecil dan lebih murah, yang dikenal dengan nama turbin derivatif udara karena turbin itu didasarkan pada mesin jet yang digunakan pada pesawat Boeing 747 dan pesawat-pesawat modern lain. Sumber pembangkit tenaga yang menggunakan turbin derivatif pesawat udara dapat dibangun dengan biaya lebih kecil, dan dalam waktu bulanan, tidak sampai bertahun-tahun. Lebih baik lagi, turbin-turbin itu secara teoretis dapat mengurangi pencemaran udara bahkan karbon dioksida yang sulit dikurangi sampai 20-90 persen lagi.

- Sel Bahan Bakar.
Walaupun sel-sel bahan bakar (yaitu perangkat untuk mengubah bahan bakar menjadi listrik secara kimiawi, mirip baterai) baru saja memasuki pasaran, namun model-model mutakhirnya dapat mencapai efisiensi sekitar 40 persen lebih dari dua kali lipat tingkat efisiensi mesin mobil rata-rata, dan jauh lebih tinggi daripada pembangkit tenaga listrik konvensional. Sekali lagi, karena sel-sel itu beroperasi dengan menggunakan gas alam atau bahan bakar yang bersih lainnya, maka emisi sulfur dioksida dan benda-benda partikulatnya nol. Lebih jauh sel-sel bahan bakar ini sangat ringkas beberapa di antaranya tidak lebih besar daripada mesin foto kopi selebar meja dan boleh dikatakan tak bersuara, sehingga sel-sel ini dapat dibangun di tengah-tengah perkantoran, pabrik, bahkan rumah.
Baik turbin derivatif pesawat udara maupun sel bahan bakar dapat diperluas kegunaannya dalam penggunaan gabungan panas dan tenaga sehingga energi tidak terbuang sia-sia, melainkan dapat digunakan untuk menghangatkan atau mendinginkan ruangan, atau membangkitkan tenaga uap untuk pengoperasian proses industri. Efisiensi total meningkat sampai 80 atau bahkan 90 persen, hampir tiga kali tingkat efisiensi saat ini, dan dengan demikian pencemaran pun menurun.
Sistem-sistem baru ini kini dipasarkan oleh perusahaan-perusahaan terbesar dan paling canggih di dunia. Turbin putaran gabungan, misalnya, ditawarkan oleh General Electric dan Siemens. Pembangkit tenaga yang menggunakan sistem putaran gabungan ini bersama dengan cara-cara baru mengubah batubara menjadi gas, dan dengan demikian menghilangkan sebagian besar pencemaran, antara lain adalah Asea Brown, Boveri, Shell, Lurgi, dan Texaco. Pembuat sel bahan bakar atau peralatan yang terkait misalnya adalah United Technologies, Fuji Electric, Westinghouse, Siemens dan Toshiba.
Turbin angin dengan tingkat pencemaran nol yang membangkitkan tenaga listrik dengan biaya sama atau kurang daripada batubara dapat dibeli dari US Windpower dari Livermore, California, sedangkan sel tenaga matahari dijual oleh lebih dari selusin perusahaan, termasuk antara lain Siemens Solar, Accurex, Solarex, dan Texas Instruments.
Banyak negara kini memerintahkan atau menggalakkan penyebaran temuan teknologi ini untuk mengurangi pencemaran udara. Belgia dan Inggris telah menggunakan turbin angin, sedangkan Jerman dan Jepang tengah mengembangkan fotovoltaik tenaga matahari. Gedung pembangkit tenaga yang menggunakan sistem putaran gabungan lanjut bersamaan dengan sistem SCR kini tengah dibangun di Jepang dan AS, sedangkan sel bahan bakar pra-komersial digunakan di California, Jepang, Jerman, dan Belanda. Sementara itu minat untuk mengurangi pencemaran melalui pendekatan yang berbeda mencegah pencemaran melalui berbagai cara juga semakin meningkat.

- Pencegahan Pencemaran
Pakar ekonomi AS, Robert Hamrin, menyebut pencegahan pencemaran sebagai "daya paling penting untuk membuat industri America mempertimbangkan kembali dan mengubah proses produksi dan manajemen". Sejak pertengahan 1990 hampir dua dari tiga perusahaan mengatakan mereka telah mencanangkan tindakan-tindakan lingkungan yang penting. Perusahaan 3M, misalnya, telah menghemat 530 juta dollar AS sejak 1975, ketika perusahaan itu mulai menerapkan program "3P" (Pollution Prevention Pays) yang artinya "mencegah pencemaran itu menguntungkan". Perusahaan bahan kimia itu telah mencegah lebih dari 575.000 ton pencemaran. Dari kasus suatu perusahaan, semboyan "pencegahan pencemaran menjadi gaya hidup", sangat meningkatkan keuntungan dan daya persaingan perusahaan tersebut.
Di salah satu pabrik farmasi 3M di California, penggantian pelapis tablet berbahan dasar pelarut menjadi berbahan dasar air telah menghemat 120.000 dollar AS setahun, dan sekaligus juga mengurangi pencemaran udara. Di pabrik Du Pont di Beaumont, Texas, misalnya, suatu program pencegahan pencemaran mengurangi emisi udara kurang lebih 27 juta kilo setahun, sekaligus menghemat hampir 1 juta dollar AS biaya produksi tahunan. Kira-kira 1.200 perusahaan di AS secara sukarela menyatakan akan mengurangi hampir 160 juta kilo dari 17 jenis zat kimia terpenting.

- Pengelolaan Permintaan
Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) membuktikan bahwa banyak perusahaan layanan masyarakat di AS adalah mitra yang antusias dalam program-program untuk mengurangi pencemaran dengan cara menekan permintaan listrik. Karena biaya pembangunan (konstruksi) dan modal terus melonjak, perusahaan layanan masyarakat itu menjadi semakin tertekan untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat melalui konservasi, yang biasanya disebut "pengelolaan sisi permintaan" ("demand-side management/DSM"). Dari perspektif lingkungan, DSM hanya merupakan cara lain untuk menghentikan pencemaran dengan cara mencegahnya sejak awal. Tetapi bagi perusahaan-perusahaan layanan masyarakat tersebut dan para pelanggan mereka, DSM sangat populer karena tampaknya semua pihak menang.
Suatu kasus yang penting adalah pabrik General Foods di Framingham, Massachusetts, yang memproduksi kurang lebih 76 juta liter es krim setiap tahun. Sebagai konsumen listrik Boston-Edison urutan ke-55 terbesar, ukuran, usia, dan ketakefektifan pabrik tersebut membuatnya menjadi sasaran utama program "Kemitraan Efisiensi Energi" dari perusahaan layanan masyarakat. Dalam program itu, Edison membantu perusahaan memperbaiki dan memodernisasi perangkat peralatan, dan dengan demikian mengurangi konsumsi energi mereka. Karena hukum negara bagian mengizinkan perusahaan Edison untuk meminta ganti pembayaran program seperti itu ditambah keuntungan (dengan sedikit kenaikan harga), maka perusahaan layanan masyarakat itu dapat menarik keuntungan dari daya listrik yang tidak terjual yang disebut dengan "negawatt".
Edison juga membantu perusahaan Kraft untuk mengembangkan suatu program modernisasi yang komprehensif, mencakup perangkat pendingin tanpa freon, motor yang sangat efisien untuk perangkat pasteurisasi dan homogenisasi, serta suatu sistem pencahayaan dengan bola lampu hemat energi dan kendali pencahayaan. Perangkat-perangkat ini mengurangi konsumsi energi sepertiganya, dan dengan potongan harga Edison, perusahaan tersebut membayar program modernisasi seharga 3,6 juta dollar AS itu dalam waktu 2 tahun. Ini merupakan suatu kasus di mana semua pihak menang. Tindakan penghematan energi ini dapat memperoleh kembali seluruh modalnya dalam dua tahun, dan setelah itu mulai "mencetak" uang bagi Kraft. Boston-Edison juga menghemat uang karena mereka dapat menghindari dibangunnya suatu pabrik pembangkit tenaga yang baru dan mahal. Lingkungan juga diuntungkan karena pencemaran udara dan air secara besar-besaran dapat dicegah. Kisah-kisah seperti ini terus dikumandangkan di AS, dan bukan hanya mengenai layanan kelistrikan, tetapi jauh melebihi itu.

- Sistem Berdasarkan Pasar
Akhir-akhir ini, usaha pencegahan pencemaran berfokus pada sasaran seluruh segmen ekonomi AS, dengan nama-nama yang semarak, seperti "Golden Carrot" dan "Green Light". Semuanya itu menuntut kecerdasan orang Amerika untuk menciptakan produk yang lebih bersih, lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah dan juga mengurangi pencemaran udara dalam proses pembuatannya. "Green Light" diluncurkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS di tahun 1991 untuk mengurangi pencemaran dengan cara menghemat energi untuk penerangan. Perusahaan patungan, perusahaan layanan masyarakat, dan mitra kerja Pemerintah bersama-sama menandatangani kontrak dengan EPA di mana mereka sepakat untuk memperbarui dan memperbaiki 90 persen dari penerangan mereka dalam kurun waktu lima tahun setelah penandatanganan kontrak. Karena penerangan memakan kurang lebih satu dari lima kilowatt listrik yang dikonsumsi di AS, penurunan sedikit saja mampu mengurangi sejumlah besar pencemaran udara dan air.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, EPA telah menghimpun lebih dari 650 partisipan, termasuk banyak perusahaan AS terbesar, mewakili hampir 279 juta meter persegi ruang kantor sekitar 3 persen dari jumlah ruang kantor secara nasional. Para partisipan diharapkan mengurangi penggunaan listrik mereka sebesar 12 miliar kilowatt jam per tahun, dan dengan demikian menghemat 870 juta dollar AS. Perusahaan Gilette, misalnya, memasang perlengkapan baru pada 4.650 meter persegi fasilitasnya di California, dan menghemat 61 persen dari tagihan energinya. EPA memperkirakan bahwa menjelang tahun 2000, setidaknya 4,65 miliar meter persegi ruang fasilitas AS akan diperuntukkan bagi program pencahayaan yang hemat energi, menghindari emisi jutaan karbon dioksida, sulfur dioksida, dan oksida nitrogen.
Keberhasilan Green Lights telah menyebabkan timbulnya program-program "berdasarkan pasar" yang lain. Salah satunya adalah "Energy Star Computer", yang berusaha menciptakan pasar bagi komputer yang daya listriknya secara otomatis akan "melemah" jika komputer tidak digunakan; suatu teknologi yang awalnya digunakan untuk komputer laptop. Temuan teknologi ini boleh dikatakan tak menambah harga komputer ini, tetapi dapat menghemat konsumsi listrik sebesar 80 persen. Karena komputer saat ini menggunakan kurang lebih lima persen dari penggunaan listrik komersial, maka pengurangan ini bukanlah prestasi kecil. Program Energy Star telah terbukti begitu populer sehingga mungkin akan menjadi standar industri de facto.
Barangkali program berdasarkan pasar yang paling imajinatif adalah "Golden Carrot". Dalam program ini sejumlah perusahaan layanan masyarakat dan pemerintah mengumpulkan dana untuk menawarkan hadiah sebesar 30 juta dollar AS kepada perusahaan yang dapat memproduksi massal lemari es rumah tangga yang bebas CFC dan superefisien. Karena lemari es mengkonsumsi 20 persen dari seluruh daya listrik AS, dan mencapai sepertiga penggunaan listrik di rumah tangga, penghematan yang dapat dicapai dengan produk ini amat besar.
Perusahaan Whirlpool memenangkan kompetisi ini, dan kini perhatian mulai dialihkan pada penerapan pendekatan ini terhadap pompa air, mesin cuci, dan produk-produk lain yang padat energi.


Sumber : http://199.236.85.158/ptp/udarkt3.html
Selengkapnya...


ShoutMix chat widget